Menteri Intelijen Iran Ditembak Mati Diduga oleh Serangan Israel di Teheran

0
Menteri Intelijen
Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib.Foto : dok.Iranpress

NARASITODAY.COM, TEHERANEskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik paling kritis setelah Israel melancarkan operasi “serangan terarah” di jantung ibu kota Iran. Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang terjadi pada Rabu waktu setempat, menandai runtuhnya lapisan keamanan tertinggi di Teheran.

Laporan yang dirilis CNBC International pada Kamis (19/3/2026) mengonfirmasi bahwa Khatib menjadi target utama dalam operasi presisi tersebut. Kematian Khatib menambah daftar panjang petinggi Teheran yang gugur, menjadikannya pembunuhan pejabat tinggi ketiga oleh Israel hanya dalam kurun waktu 48 jam terakhir.

48 Jam yang Mematikan

Sebelum tewasnya Khatib, militer Israel (IDF) telah mengumumkan keberhasilan mereka mengeliminasi Ali Larijani, pejabat keamanan tertinggi Iran, serta Gholamreza Soleimani, komandan pasukan Basij, pada hari Selasa. Rentetan serangan ini menunjukkan kemampuan intelijen Israel dalam menembus pusat komando Iran di tengah berkecamuknya perang.

Baca Juga :  Malaysia Terapkan Sistem Kerja Hybrid bagi ASN Mulai 1 Agustus 2026

Melalui unggahan di media sosial, IDF membeberkan alasan di balik penargetan Esmail Khatib. Mereka menuding Khatib sebagai aktor intelektual di balik penindasan domestik dan terorisme internasional.

“Khatib memainkan peran penting selama protes baru-akhir ini di seluruh Iran, termasuk penangkapan dan pembunuhan para demonstran dan memimpin kegiatan teroris terhadap warga Israel & Amerika di seluruh dunia,” tulis pernyataan resmi IDF.

Baca Juga :  Washington Dituntut Bersikap Adil Usai Israel Luncurkan Serangan Besar di Gaza

Militer Israel juga menambahkan catatan mengenai rekam jejak Khatib selama krisis kemanusiaan di Iran beberapa tahun silam.

“Demikian pula, ia beroperasi melawan warga Iran selama protes Mahsa Amini (2022-2023).”

Duka dan Amarah di Teheran

Konfirmasi kematian sang Menteri datang langsung dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Melalui unggahan emosional di platform X, Pezeshkian tidak dapat menyembunyikan duka mendalam atas hilangnya jajaran kabinet dan orang-orang terdekatnya dalam serangan tersebut.

“Pembunuhan pengecut terhadap rekan-rekan saya yang terhormat Ismail Khatib, Ali Larijani, dan Aziz Nasirzadeh, bersama beberapa anggota keluarga dan tim yang menyertainya, telah membuat kami berduka cita yang mendalam,” tulis Pezeshkian.

Baca Juga :  Puluhan Pedagang UMKM Datangi Kediaman Farhat Abbas untuk Menagih Dana Titipan

Rantai Dendam yang Tak Terputus

Esmail Khatib diketahui menjabat sebagai Menteri Intelijen sejak tahun 2021 atas penunjukan langsung mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sosok Khamenei sendiri telah lebih dulu tewas dalam serangan pembuka perang pada 28 Februari lalu.

Kematian para pemimpin ini telah memicu reaksi berantai yang mengguncang stabilitas global. Iran sebelumnya telah membalas dengan menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk dan menargetkan armada kapal di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis tersebut kini menjadi medan tempur yang mencekam, mengancam pasokan energi dunia dan membawa kawasan Timur Tengah ke ambang perang total yang semakin sulit diprediksi ujungnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com