FIFA Jatuhkan Sanksi kepada Israel Setelah Hampir Dua Tahun Proses Peninjauan

0
Piala Dunia
Ilustrasi perusahan fifa. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, ZURICHSetelah penantian panjang selama hampir dua tahun, badan sepak bola dunia (FIFA) akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Pada Jumat (20/3/2026), Komite Disiplin FIFA resmi merilis sederet sanksi sebagai buntut dari aduan diskriminasi yang dilayangkan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).

Keputusan ini menjadi puncak dari ketegangan yang memuncak sejak Kongres FIFA ke-74 di Bangkok pada Mei 2024 lalu. Kala itu, PFA menuntut keadilan atas rentetan perlakuan diskriminatif dalam ekosistem sepak bola yang dianggap mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Tiga Sanksi Utama

Baca Juga :  Israel Bangun Fasilitas Eksekusi Mati untuk Tahanan Palestina

Berdasarkan hasil investigasi, Komite Disiplin FIFA menyatakan IFA terbukti melanggar Pasal 13 mengenai perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 tentang larangan diskriminasi dan pelecehan rasialisme.

Atas pelanggaran tersebut, FIFA menjatuhkan tiga poin sanksi kepada Israel:

  1. Denda Finansial: IFA diwajibkan membayar denda sebesar 150 ribu Franc Swiss atau setara dengan Rp3,2 miliar.
  2. Peringatan Keras: FIFA memberikan teguran resmi atas tindak-tanduk IFA di kancah internasional.
  3. Kampanye Visual Antidiskriminasi: Israel diwajibkan memasang spanduk besar bertuliskan “Football Unites the World – No to Discrimination” bersandingan dengan logo IFA dalam tiga pertandingan kandang resmi kategori A FIFA.
Baca Juga :  Israel Mencegat Kapal Bantuan Kemanusiaan di Laut Mediterania dan Melakukan Penculikan Aktivis

Selain itu, FIFA memerintahkan IFA untuk mengalokasikan sepertiga dari total denda tersebut guna membiayai program komprehensif pencegahan diskriminasi dalam kurun waktu 60 hari ke depan.

Harapan Palestina dan Realitas Keputusan

Meskipun sanksi telah dijatuhkan, keputusan ini tidak sepenuhnya selaras dengan tuntutan awal Palestina. Sebelumnya, PFA mendesak agar keanggotaan Israel dibekukan (suspen) menyusul serangan yang terjadi di Gaza serta keterlibatan IFA dalam memasukkan klub-klub di wilayah teritori Palestina ke dalam Liga Israel.

Namun, FIFA memilih jalan tengah dengan fokus pada sanksi disipliner dan edukatif daripada pembekuan total federasi.

Baca Juga :  Taiwan Pilih Atlet Berprestasi Jadi Menteri, Indonesia Masih Tunggu Menpora Baru

Sanksi ini merupakan respons dari pengaduan yang dilakukan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), terkait diskriminasi dalam sepak bola,” bunyi penggalan laporan resmi tersebut.

Bagi publik sepak bola dunia, langkah FIFA ini dianggap sebagai pesan kuat bahwa politik diskriminasi tidak memiliki tempat di lapangan hijau. Namun, bagi sebagian pihak, durasi dua tahun yang dibutuhkan untuk mencapai keputusan ini menyisakan tanya tentang seberapa cepat birokrasi sepak bola mampu merespons krisis kemanusiaan yang mendesak.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com