NARASITODAY.COM, KEPULAUAN SANGIHE – Saat fajar baru saja menyingsing di ufuk timur Sulawesi Utara, ketenangan warga di Kepulauan Sangihe terusik oleh getaran bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,2 yang mengguncang wilayah tersebut pada Senin pagi (23/3/2026).
Gempa yang terjadi tepat pukul 05.08 WIB atau 06.08 WITA ini berpusat di laut, namun memiliki karakteristik yang patut diwaspadai karena kedalamannya yang sangat dangkal.
Detail Teknis Gempa
Berdasarkan data resmi yang diunggah melalui akun X (dahulu Twitter) @infoBMKG, pusat getaran berada pada titik koordinat yang cukup jauh dari daratan utama, namun getarannya tetap terpantau oleh sensor seismik.
- Kekuatan: Magnitudo 4,2
- Waktu Kejadian: Senin, 23 Maret 2026, pukul 05.08 WIB
- Lokasi: 88 km Timur Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
- Kedalaman: 6 Km
Getaran di Kedalaman Dangkal
Meski kekuatannya berada di skala menengah, kedalaman gempa yang hanya 6 kilometer menjadikannya masuk dalam kategori gempa dangkal. Dalam perspektif geologi, gempa dangkal seringkali lebih dirasakan getarannya di permukaan dibandingkan gempa dalam dengan kekuatan yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut. Suasana di pusat kota Tahuna pun berangsur normal kembali setelah sempat dikejutkan oleh getaran singkat saat sebagian warga baru memulai aktivitas subuh.
“Gempa berada pada 88 Km Timur Laut Tahuna Kepulauan Sangihe,” tulis BMKG dalam laporan singkatnya.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara, khususnya di Kepulauan Sangihe, untuk tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tetap memantau informasi resmi melalui kanal-kanal BMKG.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













