NARASITODAY.COM,JAKARTA – Kekurangan cairan atau dehidrasi sering kali dikaitkan dengan kurang minum atau aktivitas fisik berlebihan. Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kondisi medis yang juga dapat memicu tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Jika tidak diatasi, kondisi ini bisa berdampak serius pada kesehatan.
Berikut lima kondisi medis yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan dehidrasi:
- Diabetes
Penderita diabetes, terutama yang tidak terkontrol, cenderung sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula melalui urine, sehingga cairan tubuh ikut terkuras. - Diare Berkepanjangan
Diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit dalam waktu singkat. Jika tidak segera diganti dengan asupan cairan yang cukup, risiko dehidrasi meningkat drastis, terutama pada anak-anak dan lansia. - Demam Tinggi
Saat demam, suhu tubuh meningkat dan memicu pengeluaran cairan melalui keringat. Semakin tinggi suhu tubuh, semakin besar pula cairan yang hilang. - Muntah Berulang
Muntah yang terjadi terus-menerus membuat tubuh kehilangan cairan secara signifikan. Kondisi ini juga menyulitkan tubuh untuk mempertahankan asupan cairan yang masuk. - Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK dapat menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat. Jika tidak diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup, tubuh bisa mengalami kekurangan cairan secara perlahan.
Dehidrasi sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa berbahaya jika dibiarkan. Penting untuk mengenali tanda-tanda seperti rasa haus berlebihan, lemas, hingga urin berwarna gelap. Jika mengalami kondisi medis di atas, pastikan untuk meningkatkan asupan cairan dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila gejala memburuk.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














