NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di tengah pemulihan pascabencana besar yang melanda sejumlah wilayah Sumatera, perhatian pemerintah terhadap akses layanan kesehatan menjadi sorotan. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof Ali Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang pemberian keringanan iuran bagi peserta yang terdampak, khususnya di wilayah Aceh yang mengalami kerusakan paling parah.
Hal ini disampaikan usai BPJS Kesehatan meninjau langsung kondisi lapangan, termasuk di Aceh Tamiang—daerah yang sebelumnya sempat terisolasi dari bantuan dan mengalami krisis air bersih. Situasi tersebut membuat risiko penyakit menular meningkat, sementara jalur distribusi obat-obatan dan layanan kesehatan sempat terhambat.
“Iya, intinya sudah ada pembicaraan terkait keringanan iuran BPJS Kesehatan,” ujar Prof
Ghufron dalam sebuah diskusi media, Rabu (10/12/2025).
Kondisi infrastruktur yang rusak parah membuat perjalanan menuju wilayah terdampak memakan waktu hingga empat jam, padahal biasanya hanya satu jam. Di saat yang sama, data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 60 rumah sakit serta ratusan puskesmas dan pustu di Aceh mengalami gangguan operasional akibat banjir dan lumpur.
Di lapangan, lonjakan penyakit juga mulai terlihat. Kasus ISPA, penyakit kulit, hingga diare meningkat signifikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah tengah mempercepat pembersihan fasilitas kesehatan dan mengaktifkan layanan darurat untuk menekan risiko wabah.
Upaya keringanan iuran BPJS Kesehatan menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














