Kisah di Balik Buku Iqro yang Hampir Semua Anak Muslim Pernah Gunakan

0
Kisah di Balik Buku Iqro
Buku Iqro karya KH As’ad Humam yang menjadi metode populer dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an, dilengkapi dengan prinsip-prinsip belajar praktis dan sistematis yang digunakan di berbagai TPA dan lembaga pendidikan Islam.

NARASITODAY.COM-  Nama KH As’ad Humam mungkin tidak setenar tokoh-tokoh nasional lainnya, namun jasanya dalam dunia pendidikan Islam, khususnya dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an, sangatlah besar.

Ia dikenal sebagai penggagas metode Iqro, sebuah sistem pembelajaran membaca Al-Qur’an yang hingga kini digunakan secara luas di Indonesia bahkan mancanegara.

KH As’ad Humam lahir di Yogyakarta pada tahun 1933. Sejak muda, ia telah menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia pendidikan dan dakwah Islam.

Perhatiannya semakin terfokus ketika melihat banyak umat Islam, terutama anak-anak, yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, KH As’ad Humam mulai merancang sebuah metode pembelajaran yang lebih sederhana, sistematis, dan mudah dipahami.

Baca Juga :  5 Tips Menjaga Kebersihan di Tempat Umum Selama Mudik Lebaran untuk Cegah Penyakit

Hasilnya adalah metode Iqro, yang mulai diperkenalkan pada sekitar tahun 1980-an melalui Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang ia dirikan.

Metode Iqro terdiri dari enam jilid buku yang disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga kemampuan membaca ayat Al-Qur’an secara lancar.

Keunggulan metode ini terletak pada pendekatan langsung membaca (tanpa mengeja), sehingga dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan metode tradisional yang digunakan sebelumnya.

Selain itu, metode Iqro juga menekankan peran aktif santri dalam belajar, dengan bimbingan guru sebagai fasilitator.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor di Leuwiliang, Ribuan Rumah Padam Listrik

Pendekatan ini terbukti mampu mempercepat kemampuan membaca Al-Qur’an, bahkan bagi pemula sekalipun.

Seiring waktu, metode Iqro mendapatkan sambutan luas dari masyarakat. Banyak lembaga pendidikan Islam, mulai dari masjid, mushola, hingga sekolah formal, mengadopsi metode ini sebagai kurikulum utama dalam pembelajaran Al-Qur’an.

Bahkan, metode ini juga digunakan di berbagai negara di Asia Tenggara.
Atas dedikasi dan kontribusinya, KH As’ad Humam mendapat berbagai penghargaan, termasuk pengakuan dari pemerintah Indonesia.

Ia juga mendirikan Yayasan Team Tadarus AMM (Angkatan Muda Masjid dan Musholla) sebagai wadah pengembangan metode Iqro dan pembinaan generasi muda dalam membaca Al-Qur’an.

Baca Juga :  Peringatan Nuzulul Quran, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan

KH As’ad Humam wafat pada tahun 1996, namun warisannya terus hidup. Metode Iqro yang ia ciptakan telah membantu jutaan umat Islam dalam membaca Al-Qur’an dengan lebih mudah dan cepat.

Kini, lebih dari sekadar metode belajar, Iqro telah menjadi simbol gerakan literasi Al-Qur’an di Indonesia.

Peran KH As’ad Humam pun dikenang sebagai sosok pembaharu yang berhasil menjembatani kebutuhan umat dengan pendekatan pendidikan yang praktis dan relevan.

Dengan kontribusi besarnya tersebut, KH As’ad Humam layak dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.