MBG Gagal Tersalur, Warga Soroti Transparansi SPPG Bantarkaret

0
kantin sekolah
Ilustrasi Susunan nampan makanan MBG. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOR- Ratusan siswa SDN Gunung Dahu, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, harus menelan kekecewaan setelah bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka tunggu tidak kunjung datang, Rabu (1/4/2026).

Sejak pagi, para siswa diminta pihak sekolah untuk tetap berada di kelas menunggu distribusi ompreng MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantarkaret.

Namun hingga menjelang siang, bantuan yang dijanjikan tak juga tiba.

Salah seorang siswa kelas 5 mengaku sudah menunggu sejak pukul 10.00 WIB, waktu yang disebut-sebut sebagai jadwal pembagian.

Baca Juga :  Rahasia Sehat di Balik Toge: Manfaat Luar Biasa untuk Tubuh Kamu

“Tadi semua murid disuruh nunggu sama guru, dari jam 10 sampai jam 12 nggak datang-datang,” ujarnya.

Kekecewaan pun tak terelakkan. Para siswa yang seharusnya sudah pulang lebih awal justru tertahan di sekolah tanpa kepastian.

“Kecewa lah, harusnya jam 10 kita sudah pulang ke rumah dan belajar, ini malah harus nunggu. Rasanya seperti dibohongi,” katanya.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala SDN Gunung Dahu, Ujang. Ia menyatakan bahwa distribusi MBG memang tidak terealisasi pada hari itu.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Perkuat Komitmen Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan Melalui Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan

“Iya benar tidak ada. Alasannya telat sampai jam 12 lewat lalu di-cancel,” kata Ujang.
Ia juga mengaku kebingungan dengan mekanisme yang terjadi. Menurutnya, pihak sekolah hanya berperan menerima dan menandatangani jika bantuan datang.

“Kami juga bingung. Kalau MBG datang, sekolah tanda tangan. Kalau tidak ada, ya tidak tanda tangan,” jelasnya.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terkait manajemen distribusi program MBG di tingkat pelaksana.

Keterlambatan yang berujung pembatalan tanpa pemberitahuan jelas dinilai mencerminkan lemahnya koordinasi.

Baca Juga :  Lestarikan Tradisi, Warga Parakanmuncang Kembangkan Padi Huma

Sejumlah warga menilai, kejadian ini tidak bisa dianggap sepele dan patut dipertanyakan.

Terlebih, program MBG yang digadang-gadang sebagai upaya pemenuhan gizi justru menimbulkan kekecewaan di kalangan siswa.

“Ini harus dipertanyakan. Jangan sampai program bagus tapi pelaksanaannya amburadul. Anak-anak jadi korban,” ujar seorang warga sekitar Agus.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak SPPG Bantarkaret mengenai penyebab pasti gagalnya penyaluran MBG di SDN Gunung Dahu.***

Wartawan : Andreas