Lorong Musaga Berubah menjadi Neraka, Ledakan Gudang Amunisi Renggut 13 Nyawa di Jantung Burundi

0
ledakan
Ilustrasi ledakan.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BUJUMBURA – Selasa malam yang seharusnya tenang di kawasan Musaga berubah menjadi horor yang memekakkan telinga. Sebuah ledakan hebat mengguncang gudang amunisi utama milik militer Burundi di ibu kota ekonomi, Bujumbura. Bola api raksasa yang membumbung ke langit tidak hanya menghanguskan fasilitas militer, tetapi juga merambat ke pemukiman padat penduduk, menyisakan duka mendalam bagi warga sipil.

Data terbaru dari pihak militer mengonfirmasi sedikitnya 13 warga sipil tewas dalam insiden maut ini, sementara 57 lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka.

Korsleting Listrik Jadi Pemicu

Pihak militer Burundi menyatakan bahwa bencana ini dipicu oleh gangguan teknis pada sistem kelistrikan di pangkalan tersebut. Ledakan yang terjadi di depot Burundi National Defence Force itu memicu efek domino yang menghancurkan area di sekitarnya, termasuk Higher Institute for Military Cadres yang berfungsi sebagai tempat pelatihan dan asrama perwira.

Baca Juga :  Kuba Dikabarkan Memiliki Lebih dari 300 Drone Militer dan Rencana Serangan terhadap Basis AS di Teluk Guantanamo

Juru bicara militer, Jenderal Gaspard Baratuza, dalam pernyataan resminya pada Rabu (1/4/2026), menggambarkan skala kerusakan yang cukup masif.

“Rumah-rumah di berbagai lingkungan rusak, serta kendaraan pribadi. Peralatan dan fasilitas militer terbakar dan hancur,” ujar Baratuza sebagaimana dilansir dari Al Jazeera.

Meski tidak merinci apakah ada tentara yang menjadi korban jiwa, Baratuza menyebutkan setidaknya tiga personel militer termasuk dalam daftar korban luka kritis.

Pemadaman Terhambat Krisis Air

Baca Juga :  Kharkiv Kembali Jadi Target Serangan, Gelombang Ledakan Rusak Bangunan dan Lukai Warga

Upaya penyelamatan di lapangan diwarnai dengan keputusasaan. Seorang pejabat polisi senior yang turun langsung dalam tim pemadam kebakaran mengungkapkan bahwa api sulit dikendalikan karena keterbatasan infrastruktur dasar. Ironisnya, di tengah kobaran api yang melahap properti warga, petugas justru kekurangan pasokan air.

“Kamp utama hancur menjadi abu,” ungkap pejabat tersebut, menggambarkan keganasan si jago merah yang tak terbendung.

Kondisi ini semakin mempertegas potret kesulitan di Burundi, negara yang oleh Bank Dunia dinobatkan sebagai negara termiskin berdasarkan PDB per kapita pada 2023. Krisis ekonomi yang berkepanjangan, termasuk kelangkaan bahan bakar, disinyalir turut memperlambat gerak respons darurat di lokasi kejadian.

Presiden Burundi, Evariste Ndayishimiye, telah menyampaikan simpati mendalam melalui pesan di media sosial bagi para korban yang terdampak. Saat ini, fokus otoritas beralih pada pembersihan area, mengingat banyaknya amunisi aktif yang mungkin terlempar ke pemukiman warga saat ledakan terjadi.

Baca Juga :  Kecepatan Internet Indonesia Tertinggal Jauh dari Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?

Pemerintah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap benda-benda logam mencurigakan di sekitar rumah mereka.

“Hati-hati dan JANGAN DISENTUH,” tegas otoritas dalam instruksinya, seraya meminta warga segera melapor melalui saluran telepon darurat jika menemukan amunisi yang belum meledak.

Kini, Musaga menyisakan puing-puing kendaraan dan tembok yang menghitam, menjadi saksi bisu betapa rapuhnya keamanan di tengah pemukiman yang berhimpitan dengan zona militer.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com