NARASITODAY.COM,CUPERTINO – Ambisi Apple untuk membawa desain futuristik ke dalam genggaman penggunanya kini tengah diuji. Raksasa teknologi asal Cupertino tersebut dilaporkan sedang berpacu dengan waktu untuk mengatasi kendala teknis pada proyek iPhone lipat pertamanya. Fase produksi uji coba yang sedang berlangsung disebut-sebut menemui kerikil tajam yang berpotensi menggeser jadwal pengiriman perdana.
Meski rumor mengenai perangkat ini telah beredar sejak 2017 saat Samsung bahkan belum merilis ponsel lipat pertamanya Apple tampaknya tetap setia pada prinsip “lebih baik terlambat daripada cacat.”
Ujian di Tahap Verifikasi
Berdasarkan laporan dari Nikkei, Apple saat ini tengah berada di tahap keempat dari enam fase krusial sebelum sebuah produk dianggap layak masuk lini produksi massal. Masalah teknis yang muncul dalam uji verifikasi teknik ini menjadi sinyal kuning bagi rantai pasokan.
“Situasi saat ini dapat membahayakan jadwal produksi massal,” ungkap salah satu sumber dalam laporan Nikkei. “April akan menandai tahap krusial dari uji verifikasi teknik, dan bulan ini hingga awal Mei menjadi sangat kritis.”
Kendala pada ketahanan engsel dan kompleksitas layar lipat disinyalir menjadi titik lemah yang sedang diupayakan solusinya. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa para pemasok komponen telah diberi peringatan mengenai kemungkinan pergeseran jadwal produksi.
Optimisme di Balik Ketatnya Tenggat Waktu
Namun, di tengah awan mendung laporan penundaan, jurnalis spesialis Apple dari Bloomberg, Mark Gurman, memberikan angin segar. Ia menyebutkan bahwa Apple masih berpegang teguh pada rencana peluncuran di musim gugur tahun ini.
“Perusahaan tersebut dijadwalkan untuk memperkenalkan model lipat tersebut pada bulan September bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan Pro Max,” tulis laporan Bloomberg, mengutip sumber yang identitasnya dirahasiakan.
Meskipun pasokan awal kemungkinan akan terbatas selama beberapa minggu akibat kerumitan komponen, Gurman meyakini perangkat ini tetap akan menjadi bintang utama di Apple Event September 2026.
iPhone lipat ini diprediksi hanya akan menyumbang kurang dari 10 persen dari total produksi keseluruhan jajaran iPhone 18. Apple dilaporkan berencana memproduksi sekitar tujuh hingga delapan juta unit pada tahap awal.
Namun, signifikansi perangkat ini melampaui angka penjualan. Ia dirancang sebagai simbol inovasi untuk mendongkrak minat pasar terhadap seluruh ekosistem Apple.
Sayangnya, idealisme Apple terhadap kualitas sering kali harus berbenturan dengan realitas produksi massal.
“Apple dan rantai pasokannya bekerja di bawah tenggat waktu yang ketat dan solusi saat ini tidak cukup untuk sepenuhnya mengatasi tantangan teknis. Dibutuhkan lebih banyak waktu,” tegas sumber dari Nikkei.
Hingga berita ini diturunkan, Apple masih memilih untuk bungkam dan tidak memberikan komentar terkait laporan yang saling tumpang tindih dari Bloomberg maupun Nikkei. Bagi para penggemar, bulan Mei akan menjadi penentu yaitu apakah mereka akan melihat iPhone yang bisa ditekuk pada September nanti, atau harus kembali bersabar hingga 2027 demi sebuah kesempurnaan teknis.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














