Pemkab Bogor Sigap Lindungi Warga, Evakuasi dan Edukasi Kebencanaan Dilakukan Secepat Kilat

0
Pemkab
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur terkait melakukan evakuasi warga terdampak pergerakan tanah di Babakan Madang.Foto : dok.Diskominfo Kabupaten Bogor

NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, penanganan langsung dilakukan kurang dari dua jam setelah laporan diterima.

Sumber BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan, laporan kejadian diterima pada Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB. Tim langsung bergerak dan tiba di lokasi pada pukul 11.30 WIB untuk melakukan assessment dan penanganan awal.

Pergerakan tanah sendiri dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Retakan tanah mulai muncul pada Kamis (16/4/2026), dan kembali mengalami pergeseran signifikan pada Minggu (19/4/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pergeseran tanah tercatat mencapai panjang sekitar 100 meter dengan pergerakan dari titik mahkota hingga bawah lereng sekitar 50 meter.

Baca Juga :  Luhut Binsar Pandjaitan Tegaskan Penolakannya terhadap PT Toba Pulp Lestari

Akibat kejadian ini, sebanyak 7 unit rumah warga terdampak, dengan rincian 4 rumah mengalami rusak berat dan 3 rumah rusak sedang. Kerusakan meliputi ambruknya bagian dinding, lantai, hingga atap rumah.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Bogor melalui BPBD bersama aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TAGANA, dan warga sekitar, langsung melakukan evakuasi. Sebanyak 9 kepala keluarga atau 28 jiwa kini telah direlokasi ke rumah kontrakan yang lebih aman.

Baca Juga :  TOLAK KEBIJAKAN KDM BIKIN SEKOLAH MENENGAH SWASTA GULUNG TIKAR

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Seluruh penghuni rumah terdampak sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan kami terus memantau kondisi di lapangan,” ujar petugas TRC BPBD di lokasi.

Selain evakuasi, tim juga melakukan koordinasi lintas sektor, analisis kondisi tanah, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat guna mengantisipasi potensi pergerakan lanjutan.

Baca Juga :  Menteri Purbaya Ungkap Makna Mendalam Hari Guru Nasional

Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan tanah lanjutan, ditandai dengan suara pergeseran bangunan. Oleh karena itu, rumah-rumah terdampak dinyatakan tidak layak huni.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya bantuan logistik tanggap darurat serta rencana relokasi ke tempat yang lebih aman.

Langkah cepat ini menjadi bukti komitmen Pemkab Bogor dalam memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana.***

Editor : Alysa

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor