Revitalisasi Jalur KRL di Stasiun Bogor Mulai Dilakukan, Penumpang Diminta Bersabar

0
Stasiun Bogor
Ilustrasi Stasiun Bogor.Foto : astraotoshop.com

NARASITODAY.COM, BOGOR – Hiruk pikuk di Stasiun Bogor pada Senin (20/4/2026) pagi terasa sedikit berbeda. Ribuan penumpang yang biasanya mengalir lancar, kali ini harus beradu langkah lebih padat akibat proyek revitalisasi yang tengah berjalan di jantung transportasi Kota Hujan tersebut.

Sejak Rabu (15/4/2026) pekan lalu, PT KAI Commuter (KCI) resmi memulai proyek perpanjangan peron pada jalur 6, 7, dan 8. Proyek ini bertujuan agar Stasiun Bogor mampu melayani rangkaian KRL yang lebih panjang dengan formasi 12 kereta (SF 12) di masa depan. Namun, transformasi ini tak ayal membawa konsekuensi pada ritme pergerakan penumpang.

Senin Pertama yang Menantang

Sesuai prediksi, Senin pagi ini menjadi ujian pertama bagi pengaturan alur (flow) penumpang pasca-dimulainya proyek. Jalur 6 hingga 8 yang ditutup sementara membuat tumpukan penumpang sempat terjadi di area peron lain.

Baca Juga :  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Verifikasi Kawasan Ramah Lingkungan di Desa Sadeng Kolot dan Sadeng

“Jadi memang pekerjaan perpanjangan peron di stasiun Bogor ini sudah kita mulai dari minggu lalu ya, tepatnya 15 April, dan kebetulan hari ini adalah hari Senin pertama kita menghadapi pengaturan flow penumpang secara khusus di stasiun Bogor,” ungkap Corporate Secretary Vice President KAI Commuter, Karina Amanda.

Karina menjelaskan bahwa pekerjaan ini merupakan investasi jangka panjang untuk kenyamanan pengguna. Targetnya, wajah baru peron 6-8 akan siap beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini.

“Ditargetkan untuk pekerjaan perpanjangan peron 6 – 8 Stasiun Bogor akan diselesaikan dalam 3 bulan ya sehingga target diselesaikan pada bulan Juli 2026,” imbuhnya.

Langkah Mitigasi: Dari Kanopi hingga JPO Paledang

Menyadari potensi kepadatan, KCI telah menyiagakan petugas tambahan di titik-titik krusial, terutama bagi penumpang yang hendak mengakses jalur 2 hingga 5. Akses alternatif pun mulai dibuka, termasuk optimalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Stasiun Bogor dengan Stasiun Bogor Paledang.

Baca Juga :  TP PKK Kabupaten Bogor Tingkatkan Wawasan Keagamaan Lewat Pengajian Bertema “Memaknai Umur dan Ujian Hidup”

Pihak operator juga memperhatikan aspek kenyamanan cuaca. Jalur pedestrian darurat menuju peron 2-5 kini telah dilengkapi dengan atap kanopi dan lampu penerangan tambahan agar penumpang tak perlu khawatir saat hujan turun atau hari mulai gelap.

“Terkait kebutuhan kanopi di pedestrian sementara ini juga sudah dilakukan pemasangan kanopi dan penambahan penerangan sehingga harapannya ini membantu untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna,” jelas Karina.

Dampak Perjalanan dan Harapan Kooperasi

Revitalisasi ini tak hanya mengubah alur di dalam stasiun, tapi juga berdampak pada operasional. Penutupan jalur 6-8 memaksa penyesuaian jadwal pada 31 perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Bogor.

Baca Juga :  Kebakaran di Penitipan Motor Depan Stasiun Bogor, 19 Unit Terbakar

Menghadapi situasi ini, KCI meminta pengertian dan kerja sama dari para “Anker” (Anak Kereta). Petugas di lapangan mungkin akan melakukan sistem buka-tutup atau pengalihan arus jika kepadatan di dalam area stasiun sudah melebihi kapasitas normal.

“Kami tentunya mohon kerjasama dari seluruh pengguna untuk mengikuti arahan petugas kami, khususnya di sisi flow penumpang karena dalam kondisi kepadatan tertentu sangat dimungkinkan bagi petugas nanti akan mengarahkan pengguna juga untuk mengoptimalisasi aksesibilitas melalui JPO Paledang,” pungkasnya.

Bagi warga Bogor, tiga bulan ke depan mungkin akan menjadi masa adaptasi yang menantang. Namun, janji akan perjalanan yang lebih lega dengan rangkaian SF 12 menjadi cahaya di ujung terowongan proyek revitalisasi ini.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com