Hokkaido Diguncang Gempa M 6,2: Saat Bumi Jepang Terus Menguji Ketangguhan Warganya

0
Gempa bumi
Ilustrasi Seismograf Gempa Bumi. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SAPPORO –  Pagi yang tenang di Pulau Hokkaido mendadak berubah menjadi kepanikan saat guncangan hebat menghantam wilayah utara Jepang tersebut pada Senin (27/4/2026).

Di bawah cahaya fajar yang baru menyingsing, warga kembali diingatkan pada kekuatan alam yang tak terduga di tengah rentetan aktivitas seismik yang melanda negeri matahari terbit itu dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Survei Geologi AS (USGS), gempa bermagnitudo 6,2 ini terjadi tepat sebelum pukul 05.30 waktu setempat. Berpusat di wilayah selatan Hokkaido dengan kedalaman sekitar 80 kilometer, getarannya terasa hingga ke radius ratusan kilometer.

Baca Juga :  Pasukan Keamanan Suriah Menangkap Mantan Kepala Intelijen Angkatan Udara, Perang Saudara Semakin Memanas

Ancaman di Balik Guncangan

Meski otoritas menyatakan tidak ada ancaman tsunami kali ini, kekhawatiran belum sepenuhnya reda. Karakteristik medan Hokkaido yang berbukit membuat ancaman sekunder seperti longsoran tanah menjadi momok yang nyata bagi penduduk di wilayah terdampak.

“Di daerah yang mengalami guncangan kuat, bahaya jatuhnya batu dan tanah longsor telah meningkat,” ujar seorang pejabat JMA dalam konferensi pers darurat yang dipantau oleh para jurnalis.

Gempa pagi ini seolah menjadi “pukulan beruntun”, karena hanya berselang beberapa jam sebelumnya, sebuah gempa bermagnitudo 5,0 juga tercatat mengguncang area laut di selatan Hokkaido.

Baca Juga :  Selatan Iran Diguncang Gempa Magnitudo 4,7, Warga Hormozgan Rasakan Guncangan Kuat

Ketegangan di Jepang sebenarnya telah meningkat sejak pekan lalu. Setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda lepas pantai Iwate yang mengakibatkan enam orang terluka dan memicu tsunami setinggi 80 sentimeter, JMA mengeluarkan peringatan langka mengenai risiko gempa megathrust.

Potensi gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih kini membayangi kesadaran kolektif masyarakat. Otoritas menegaskan bahwa saat ini:

“Kemungkinan terjadinya gempa bumi besar baru relatif lebih tinggi daripada pada masa normal,” tulis pernyataan resmi JMA.

Hidup di Atas Cincin Api

Bagi 125 juta penduduk Jepang, gempa bumi adalah bagian dari keseharian yang tak terelakkan. Terletak di persimpangan empat lempeng tektonik utama pada jalur “Cincin Api” Pasifik, negara ini menyumbang sekitar 18 persen dari total gempa bumi di dunia dengan frekuensi rata-rata 1.500 guncangan per tahun.

Baca Juga :  Buat Sendiri Yamagata Dashi Don: Rice Bowl Segar yang Siap Memanjakan Lidah Anda!

Namun, sejarah kelam tahun 2011 saat gempa bermagnitudo 9,0 memicu tsunami dahsyat dan bencana nuklir Fukushima tetap menjadi pengingat mengapa setiap guncangan, sekecil apa pun, selalu dihadapi dengan kewaspadaan penuh. Di Hokkaido pagi ini, meski bangunan masih berdiri tegak, masyarakat tetap bersiaga, menanti kapan bumi di bawah kaki mereka akan benar-benar kembali tenang.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com