
NARASITODAY.COM, BOGOR- Kecelakaan tunggal kembali terjadi di tanjakan Jalan Raya Citumbuk, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Kali ini, sebuah mobil boks yang melaju dari arah Cibeber, Desa Curugbitung, menuju Desa Malasari mengalami kecelakaan di jalur tersebut.
Ketua KNPI Kecamatan Nanggung, Koharudin menyebut, kecelakaan di lokasi ini bukan lagi kejadian langka. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, insiden serupa disebut bisa terjadi hampir setiap minggu.
“Sering terjadi, bukan pertama kali. Kalau hanya pemeliharaan tanpa perbaikan saluran irigasi secara menyeluruh, jalan akan cepat rusak lagi,” ujarnya, saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (28/4/2026).
Dia menerangkan kondisi jalan yang sempit, berbatu, serta tidak rata menjadi salah satu faktor utama.
“Pengendara, baik roda dua maupun roda empat, kerap kesulitan mengendalikan kendaraan, terutama saat melintasi turunan atau ketika permukaan jalan licin,” bebernya.
Jadi kata dia, kerusakan jalan diduga semakin parah akibat sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
Saluran irigasi di sepanjang ruas jalan dilaporkan tertutup tanah, menyebabkan air meluap ke badan jalan.
Kondisi ini tidak hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Pria yang akrab disapa Koko itu mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera melakukan perbaikan total, tidak hanya pada badan jalan tetapi juga sistem drainase.
“Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai korban terus berjatuhan setiap minggu,” katanya.
Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jaan dan Jembatan (Jajem) Wilayah VI Cigudeg pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Bobby Wahyudi menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan mobilisasi bahan material ke lokasi tersebut, namun pihaknya lebih dulu berkonsentrasi di wilayah Panyaungan, Nanggung.
“Ya saat ini kami sedang melakukan mobilisasi Bahan materialnya ke lokasi tersebut, yang sebelumnya beberapa waktu lalu sudah pernah di kirim juga,” ungkap Bobby Wahyudi.
Bobby mengatakan proses itu sempat tertunda karena terjadi beberapa titik longsor di ruas Jalan Malasari-Nirmala, Kecamatan Nanggung, sehingga sebagian pekerja dialihkan untuk penanganan bencana longsor terlebih dahulu. Akibatnya, pekerjaan sempat terhambat.
“Nah baru sekarang mulai lagi mobilisasi bahan (material) nya,” katanya.
Dia meyebut pihaknya juga sudah mengetahui kejadian tersebut karena kebetulan hari itu pekerja sedang mengirim bahan material ke lokasi.
“Kebetulan tadi pekerja lagi mengirim bahan material ke lokasi tersebut,” tukasnya.
Wartawan : Andreas













