Buku Integrasi Kearifan Lokal Diluncurkan di Jasinga, Dorong Inovasi Pendidikan Berbasis Budaya

0
Buku berjudul “Nada Lokal Gema Global: Karinding dan STEAM untuk Dunia Pendidikan” ditampilkan dalam peluncuran di Jasinga. Buku ini mengangkat integrasi kearifan lokal seni karinding dengan pendekatan pendidikan modern sebagai upaya memperkuat literasi budaya di kalangan pelajar. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR- Upaya memperkuat literasi, budaya, dan inovasi pendidikan terus didorong melalui peluncuran buku bertema integrasi kearifan lokal dalam pendidikan modern.

Buku ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang mendapat dukungan dari kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Peluncuran buku tersebut menjadi implementasi nyata dari arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat literasi dan budaya sebagai bagian dari pembangunan pendidikan nasional.

Melalui kebijakan tersebut, terbuka ruang sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, hingga komunitas budaya.

Baca Juga :  Eva Rudy Susmanto Harapkan Sinergi PKK dan Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Desa dan Kecamatan

Universitas Pakuan turut berkontribusi dalam penyusunan buku dengan memberikan dukungan akademik serta pengembangan modul pembelajaran.

Peran perguruan tinggi dinilai strategis untuk memastikan integrasi kearifan lokal dilakukan secara ilmiah dan terstruktur.

Di sisi lain, SMAN 1 Jasinga hadir sebagai mitra implementasi yang menjadi ruang praktik pembelajaran berbasis budaya. Sekolah ini menjadi contoh penerapan langsung modul kearifan lokal di tingkat pendidikan menengah.

Baca Juga :  New South Wales dan 5 Wisata UNESCO yang Bikin Liburan Makin Bermakna

Kontribusi juga datang dari Grup Kesenian Bilik Jasinga yang menjadi inspirasi utama dalam buku tersebut. Kelompok seni ini dikenal konsisten melestarikan tradisi karinding sekaligus mendorong generasi muda untuk mencintai budaya lokal.

Praktik berkesenian yang dilakukan menjadi studi kasus bagaimana seni tradisi dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar.

Buku ini ditujukan bagi kalangan pendidik, pelajar, serta pemerhati budaya dan pendidikan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Dukung Program Pengampunan Pajak Kendaraan Bermotor

Dalam pengantarnya, tim penyusun berharap buku ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus membuka wawasan global melalui perpaduan seni, sains, dan pendidikan.

Ke depan, buku ini diharapkan menjadi referensi bagi sekolah dan perguruan tinggi lain dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis budaya lokal tanpa mengesampingkan standar akademik dan tuntutan global.