NARASITODAY.COM, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi insiden tabrakan antara kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Ia menekankan pentingnya tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi jika berpotensi menyesatkan publik.
Menurutnya, kecelakaan tersebut merupakan sebuah musibah yang membawa duka mendalam, baik bagi para korban maupun keluarga yang terdampak. Karena itu, ia mengingatkan agar peristiwa ini tidak dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab, misalnya dengan menyebarkan kabar palsu atau spekulasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, Meutya juga menyoroti bahaya penyebaran ulang konten terkait kejadian secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut dapat memperparah kondisi psikologis korban maupun keluarga, terutama bagi mereka yang masih menjalani perawatan.
Terkait kemungkinan pembatasan atau penyensoran konten yang menampilkan korban, pihaknya saat ini masih melakukan kajian internal. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan utama yang diutamakan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bertindak secara etis tanpa perlu intervensi berlebihan dari pemerintah.
Di akhir pernyataannya, Meutya kembali mengingatkan bahwa empati dan rasa kemanusiaan harus menjadi dasar dalam menggunakan media sosial. Ia berharap masyarakat dapat menahan diri dari membagikan informasi yang tidak akurat atau konten yang berpotensi merugikan pihak-pihak yang terdampak oleh tragedi tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














