Israel Mencegat Kapal Bantuan Kemanusiaan di Laut Mediterania dan Melakukan Penculikan Aktivis

0
Anwar Ibrahim
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Foto : tajuknasional.com

NARASITODAY.COM, LAUT MEDITERANIA – Harapan untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza kembali terbentur tembok baja di tengah lautan. Pasukan Israel dilaporkan mencegat kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional, sebuah tindakan yang memicu kecaman keras dari dunia internasional.

Suasana tenang di Laut Mediterania seketika berubah mencekam saat armada kemanusiaan yang berangkat dari Barcelona ini dikepung oleh kekuatan militer. Tidak hanya menghentikan laju kapal, pasukan Israel juga menahan ratusan aktivis yang berada di dalamnya dalam sebuah aksi yang disebut penyelenggara sebagai “penculikan di laut lepas.”

Eskalasi di Perairan Internasional

Dalam rilis resminya, pihak GSF menyatakan bahwa tindakan Israel ini merupakan bentuk provokasi yang sangat berbahaya karena dilakukan jauh dari zona konflik.

Baca Juga :  Amman Championships 2025, Ajang Strategi dan Tenis Berkualitas di Pulau Dewata

“Tindakan Israel menandai eskalasi yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya, penculikan warga sipil di tengah Laut Mediterania, lebih dari 600 mil (sekitar 1.000 km) dari Gaza, di hadapan seluruh dunia,” tulis rilis resmi GSF, sebagaimana dikutip dari NPR.

Berdasarkan data pelacak kapal, sebanyak 28 dari 65 kapal yang berpartisipasi telah dicegat di sebelah barat Kreta hingga Kamis sore. Sementara itu, sisanya masih berupaya melanjutkan pelayaran di tengah ketidakpastian.

Pihak Israel sendiri tidak membantah operasi tersebut. Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah membawa sekitar 175 aktivis dari sekitar 20 kapal menuju wilayah Israel untuk diproses lebih lanjut.

Baca Juga :  Serangan Udara Israel di Lembah Bekaa Tewaskan 10 Orang, Ancaman Gencatan Senjata Memanas

Kemarahan dari Kuala Lumpur

Di antara ratusan relawan dari 70 negara tersebut, terdapat delegasi dari Indonesia dan Malaysia. Penahanan 10 warga negara Malaysia dalam misi ini memicu kemarahan besar dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Melalui platform X, Anwar mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum laut internasional serta nilai kemanusiaan universal.

“Saya mengutuk tindakan keji rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Malaysia mendesak agar semua pihak bertindak segera dan memastikan tak ada kekerasan terhadap semua para aktivis, termasuk 10 rakyat Malaysia yang kini ditahan dan putus komunikasi. Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi,” tegas Anwar Ibrahim.

Baca Juga :  Kabinet Keamanan Israel Resmi Setujui Aturan Baru untuk Penguatan Kendali di Tepi Barat

Misi Kemanusiaan yang Terluka

Armada GSF bukan sekadar iring-iringan kapal; ia adalah simbol solidaritas global yang membawa ratusan orang dengan satu misi: menembus blokade demi kemanusiaan. Namun, dengan ditahannya para aktivis dan diputusnya jalur komunikasi, nasib bantuan yang mereka bawa kini menjadi tanda tanya besar.

Kini, perhatian dunia tertuju pada keselamatan para relawan yang berada dalam tahanan Israel. Di tengah ombak Mediterania yang dingin, perjuangan diplomasi kini berpacu dengan waktu untuk memastikan para pejuang kemanusiaan tersebut dapat kembali pulang dengan selamat.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com