PT Antam Tbk UBPE Pongkor Dukung Festival Budaya di Nanggung 

0
Manajer CSR PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Arip Rahman Saleh (tengah) saat menghadiri festival budaya ngalokat cai di Kasepuhan Jatake Nutug, Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor. Minggu, (3/05/2026). Foto : Andres/Narasitoday.com

NARASITODAY.COM, BOGOR — PT Aneka Tambang (Antam) Tbk UBPE Pongkor menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal dengan mendukung pelaksanaan festival Budaya Ngalokat Cai di Kampung Jatake Nutug, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Kegiatan adat yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi salah satu fokus dukungan Antam melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya di bidang kebudayaan.

Manajer CSR PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Arip Rahman Saleh, mengaku terkesan dengan keberlangsungan tradisi di wilayah Kecamatan Nanggung, terutama adanya regenerasi dalam komunitas kasepuhan.

“Saya bersyukur bisa hadir di sini. Biasanya kasepuhan identik dengan yang sepuh saja, tapi di sini ada yang tua dan juga yang muda. Artinya regenerasi berjalan dengan baik,” ujarnya usai menghadiri kegiatan, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga :  Ribuan Massa Geruduk Kantor Kecamatan Cigudeg, Jalan Nasional Diblokade, Kantor Kecamatan Dilempar Batu

Menurut Arip, dukungan terhadap kegiatan adat salah satunya Ngalokat Cai merupakan bagian dari pilar CSR Antam dalam mengembangkan dan melestarikan budaya lokal.

“CSR Antam salah satu pilarnya memang di bidang budaya. Tentu kami mendukung keberadaan kasepuhan dan tradisi yang masih terjaga hingga saat ini,” katanya.

Lebih lanjut, Antam saat ini tengah menyusun dokumentasi sejarah dan kearifan lokal di wilayah Kecamatan Nanggung.

Baca Juga :  Berhati-hati dengan 5 Risiko Minum Teh Sebelum Tidur yang Sering Terjadi

Dokumentasi tersebut akan dituangkan dalam bentuk buku dan film dokumenter sebagai media edukasi.

“Kami sudah membentuk tim untuk menyusun buku tentang sejarah, budaya, dan kearifan lokal di Nanggung. Selain itu, kami juga akan membuat film dokumenter yang nantinya bisa diputar di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Ia berharap, upaya tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan menghargai adat istiadat di daerahnya.

“Film ini akan dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipahami anak-nak sekolah. Harapannya, anak-anak bisa mengenal budaya lokal dan tidak kehilangan jati diri,” beber Arip.

Selain itu, pihaknya juga berharap program tersebut dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan terkait perlindungan adat dan budaya.

Baca Juga :  Pengelolaan Sampah di Desa Jadi Fokus Baru Ketua DPRD Kabupaten Bogor

Perlu diketahui, rancangan peraturan daerah (Perda) adat tengah digodok oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB, Nurodin atau yang dikenal sebagai Jaro Peloy, bersama para kasepuhan.

Melalui dukungan ini, kata dia, antam berharap nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat kasepuhan dapat terus dikenal luas dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Semoga ini juga bisa membantu apa yang sedang diperjuangkan oleh pak dewan, khususnya dalam menjaga dan melestarikan budaya,” pungkasnya.

Wartawan : Andreas