NARASITODAY.COM, JAKARTA – Produk susu kambing asal Selandia Baru mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan di pasar Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, penjualannya terus meningkat hingga dua kali lipat setiap tahun, menjadikannya salah satu produk pangan impor dengan pertumbuhan tercepat di Tanah Air.
Tren tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pangan bernilai gizi tinggi sekaligus memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan Selandia Baru di sektor pangan.
Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, mengatakan lonjakan permintaan itu terlihat dari laporan yang diterimanya dari sejumlah jaringan supermarket di Indonesia.
“Produk yang paling populer dan pertumbuhannya paling pesat adalah susu kambing. Penjualannya meningkat dua kali lipat dalam setahun terakhir, dan dua kali lipat lagi pada tahun sebelumnya,” kata Taula, Kamis (25/6/2026).
Selain susu kambing, Taula menyebut sejumlah produk pangan Selandia Baru lainnya juga semakin diminati konsumen Indonesia. Di antaranya adalah apel premium dan buah kiwi yang selama ini dikenal sebagai komoditas unggulan negara tersebut.
Produk-produk tersebut menjadi bagian dari kampanye New Zealand Made with Care, sebuah program promosi yang bertujuan memperkenalkan beragam produk unggulan Selandia Baru kepada masyarakat Indonesia.
Menurut Taula, Indonesia merupakan pasar yang memiliki potensi besar bagi produk-produk Selandia Baru. Namun, kerja sama yang dibangun tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekspor, melainkan juga mendorong perdagangan dua arah yang saling menguntungkan.
“Kami melihat potensi besar untuk peningkatan perdagangan dari Selandia Baru ke Indonesia, dan juga sebaliknya dari Indonesia ke Selandia Baru. Kampanye ini adalah salah satu cara untuk menyoroti produk-produk utama Selandia Baru yang populer di Indonesia,” ujarnya.
Nilai Perdagangan Capai Rp40 Triliun
Dalam kesempatan yang sama, Taula mengungkapkan nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru saat ini mencapai sekitar 4 miliar dolar Selandia Baru, atau setara Rp40,46 triliun per tahun.
Menurutnya, neraca perdagangan kedua negara relatif seimbang. Masing-masing negara mencatat nilai ekspor sekitar 2 miliar dolar Selandia Baru atau sekitar Rp20,23 triliun setiap tahun.
“Nilainya cukup seimbang, sekitar 2 miliar dolar Selandia Baru untuk ekspor Selandia Baru ke Indonesia dan kurang lebih 2 miliar dolar Selandia Baru dari Indonesia ke Selandia Baru,” jelasnya.
Taula menambahkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu mitra strategis Selandia Baru di kawasan Asia Tenggara. Hubungan kedua negara terus berkembang melalui kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertanian.
Fokus Perluasan Kerja Sama Sektor Pangan
Meningkatnya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap produk pangan yang aman, berkualitas, dan bergizi dinilai membuka peluang baru bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi di sektor pertanian dan industri pangan.
Taula menegaskan Selandia Baru memandang Indonesia bukan hanya sebagai pasar ekspor, tetapi juga sebagai mitra jangka panjang yang memiliki prospek besar.
“Selandia Baru menghargai Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai mitra jangka panjang. Kami melihat peluang besar di depan, terutama di sektor pangan dan pertanian,” katanya.
Melalui kampanye New Zealand Made with Care, sejumlah produk unggulan Selandia Baru terus diperkenalkan kepada konsumen Indonesia. Di antaranya kiwi Zespri, berbagai varietas apel premium, camilan Griffin’s, cokelat Whittaker’s, buah beri beku Sujon, hingga susu kambing Keri yang kini menjadi salah satu produk dengan pertumbuhan penjualan paling pesat di pasar Indonesia.
Meningkatnya permintaan terhadap produk-produk tersebut menunjukkan semakin terbukanya pasar Indonesia terhadap pangan impor berkualitas, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang terus berkembang dari tahun ke tahun.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














