Pemain PSBS Biak Bersatu Tolak Main Lawan Dewa United, Gaji yang Tertunggak Jadi Penyebab Utama

0
PSBS Biak
Sejumlah pemain PSBS Biak menjalani pertandingan di kompetisi Super League Indonesia 2025/2026.Foto : dok. IG @psbsofficial

NARASITODAY.COM, BIAKAwan mendung menyelimuti tim berjuluk “Badai Pasifik”, PSBS Biak, di penghujung musim Super League Indonesia 2025/2026. Alih-alih fokus pada strategi di lapangan, internal klub justru diguncang aksi protes keras para pemain yang mengancam akan melakukan mogok bertanding akibat tunggakan gaji yang belum dibayarkan selama empat bulan.

Situasi mencekam ini memuncak dalam sebuah pertemuan emosional di ruang ganti pada Selasa (5/5/2026) malam. Dalam forum tersebut, para pemain, staf ofisial, dan tim pelatih duduk bersama menyampaikan keresahan yang selama ini tertahan. Keputusannya bulat: mereka enggan merumput melawan Dewa United FC pada laga Jumat (8/5/2026) mendatang jika hak-hak mereka tidak segera dipenuhi.

Baca Juga :  Dewa United Patahkan Tren Tak Terkalahkan Persib

Manajemen dalam Tekanan

Manajer PSBS Biak, Alex Yarangga, mengakui bahwa kondisi tim saat ini sedang berada di titik nadir. Ia memahami tuntutan para pemain, mengingat kompetisi musim ini akan segera berakhir pada akhir Mei.

“Iya benar. Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini,” ungkap Alex Yarangga saat memberikan keterangan terkait gejolak internal tersebut.

Alex pun menyadari dampak besar jika aksi mogok ini benar-benar terjadi, terutama bagi nama besar klub di kancah nasional. “Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua,” tambahnya penuh harap.

Baca Juga :  Napoli Kembali Imbang, Inter Milan Siap Rebut Puncak Klasemen Liga Italia

Dari ketegasan para pemain yang kini memilih bersatu demi kelangsungan hidup mereka. Nelson Alom, gelandang senior yang menjadi penyambung lidah rekan-rekannya, menegaskan bahwa kesabaran para pemain telah habis. Baginya, komitmen di lapangan harus sejalan dengan komitmen kesejahteraan dari manajemen.

“Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa,” tegas Nelson Alom dengan nada bicara yang lugas.

Tak hanya soal kehadiran di hari pertandingan, para pemain juga melayangkan ultimatum terkait agenda persiapan. Jika hingga Kamis (7/5/2026) belum ada kepastian pembayaran, mereka sepakat untuk tidak menyentuh bola di sesi latihan resmi (official training). Nelson juga meminta manajemen untuk lebih transparan dalam mengelola arus kas klub.

Baca Juga :  Satu Kaki di Tangga Juara, Pelita Jaya Pamer Kelas di Tangerang Basketball

Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain. Kami juga tidak mau Coach (Marian) Mihail kembali,” tandas Nelson, sekaligus menyuarakan sikap tim terkait urusan teknis kepelatihan.

Kini, nasib laga PSBS Biak melawan Dewa United berada di tangan dewan direksi. Waktu terus berjalan menuju hari Kamis, yang menjadi tenggat waktu krusial bagi masa depan tim kebanggaan warga Biak ini di sisa musim kompetisi. Jika solusi tidak segera ditemukan, Badai Pasifik terancam kehilangan kekuatannya justru saat kompetisi memasuki masa paling menentukan.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com