Aroma Harum Mawar dan Musik Tradisional Mengisi Festival Golabgiri Iran yang Memikat

0
mawar
Ilustrasi Festival Golabgiri. Iran.Foto : rashintravel.com

NARASITODAY.COM, KASHAN – Di tengah udara musim semi yang sejuk di Provinsi Isfahan, ribuan kelopak mawar varietas Rosa damascena mulai bermekaran, menandai dimulainya Festival Golabgiri. Iran, yang dikenal sebagai salah satu produsen air mawar terbaik dunia bersaing dengan Bulgaria dan Turki, kembali menghidupkan tradisi penyulingan kuno yang telah bertahan selama berabad-abad.

Festival tahunan yang berpusat di wilayah Kashan dan Meymand ini dijadwalkan berlangsung dari pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 2026. Bagi warga lokal, Golabgiri bukan sekadar proses produksi industri, melainkan sebuah ritual budaya yang menyatukan komunitas dan alam.

Ritual Pagi di Ladang Mawar

Aktivitas festival dimulai bahkan sebelum matahari sepenuhnya naik. Para petani dan wisatawan berkumpul di ladang-ladang luas untuk memetik bunga mawar yang masih berembun. Waktu pemetikan ini sangat krusial untuk menjaga kualitas produk akhir.

Baca Juga :  Abe Tobing Hadirkan Lagu 90-an Era Industrial Berisi Pesan Kesehatan Mental dan Keberanian

“Rosa damascena dipetik pagi-pagi sekali supaya aromanya tidak hilang,” tulis laporan tradisi setempat. “Sambil memetik bunga, mereka dapat menghirup udara pagi yang masih segar dan semerbak aroma mawar,” gambaran suasana yang menjadi magnet utama bagi para pelancong mancanegara.

Warna merah muda yang menghampar di bawah langit cerah Kashan memberikan kontras visual yang memukau, menciptakan pengalaman sensorik yang sulit dilupakan.

Tradisi Penyulingan “Dig” yang Teliti

Meskipun Iran telah mengadopsi mesin distilasi modern untuk skala ekspor, Festival Golabgiri tetap mempertahankan metode tradisional menggunakan bejana tembaga besar yang disebut dig.

Baca Juga :  Harga BBM Melonjak, Pemerintah Terancam Tambah Beban Subsidi Fiskal

Prosesnya tergolong rumit dan memerlukan kesabaran tinggi. Bunga-bunga mawar dimasukkan ke dalam dig berisi air, lalu ditutup rapat dan dipanaskan. Uap yang dihasilkan kemudian dialirkan melalui kumparan pendingin untuk menghasilkan tetesan air mawar murni.

“Penyulingan air mawar secara tradisional memang membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Prosesnya lambat dan perlu dilakukan dengan hati-hati, karena memengaruhi aroma serta kualitas air mawar yang dihasilkan,” jelas pengelola penyulingan di Kashan. Uniknya, tradisi ini sangat memegang prinsip berkelanjutan, di mana limbah distilasi tidak dibuang percuma melainkan dimanfaatkan kembali untuk pakan ternak atau kompos.

Simbol Identitas dan Warisan Safavid

Sejarah mencatat bahwa kejayaan air mawar Iran telah didokumentasikan sejak abad ke-10, dan mencapai puncaknya pada masa Dinasti Safavid di abad ke-16. Sejak saat itu, air mawar menjadi elemen tak terpisahkan dalam kuliner Persia, mulai dari bahan dessert, minuman, hingga produk kosmetik kelas atas.

Baca Juga :  5 Terowongan Kereta Api Super Panjang yang Menghubungkan Kota-Kota di Seluruh Dunia

Festival ini semakin meriah dengan iringan musik tradisional yang menggunakan instrumen khas seperti daf, sorna, dan dohol. Alunan musik ini menemani tarian warga setempat yang merayakan keindahan alam sekaligus memperkuat ikatan sosial.

Bagi wisatawan, Golabgiri menawarkan kesempatan langka untuk membawa pulang air mawar segar langsung dari sumbernya, sambil mencicipi hidangan khas Persia yang harum mawar. Di tengah gempuran modernisasi, Festival Golabgiri tetap berdiri tegak sebagai simbol identitas nasional Iran yang harum dan melegenda.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com