Ratusan Palem Tua di Kawasan Pemkab Bogor Akan Dievaluasi

0
Sejumlah pohon palem tua tampak berjajar di median Jalan Tegar Beriman, kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor, Cibinong. Ratusan pohon palem di kawasan ini rencananya akan ditebang menyusul insiden pohon tumbang yang menewaskan seorang pengendara, dengan penanganan menunggu hasil kajian tim ahli. Foto : Jabatstley

NARASITODAY.COM, BOGOR- Rencana penebangan ratusan pohon palem tua di kawasan pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor, Cibinong, mengemuka setelah insiden pohon tumbang yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor, awal Mei lalu.

Pemerintah daerah memastikan langkah tersebut tidak dilakukan terburu-buru dan akan didasarkan pada kajian ilmiah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan pihaknya menggandeng tim dari Fakultas Kehutanan IPB untuk menilai kondisi pohon-pohon yang berada di sepanjang Jalan Tegar Beriman atau Jalan Kolonel Purnawirawan Edi Yoso Martadipura serta area sekitar kompleks perkantoran bupati.

Baca Juga :  Pedagang Ayam di Bogor Ditemukan Gantung Diri, Diduga Masalah Ekonomi

“Hasil kajian itu akan menjadi dasar penanganan, termasuk apakah perlu dilakukan penebangan terhadap pohon-pohon yang dinilai berisiko,” ujar Eko, Kamis (7/5/2026).

Langkah evaluasi ini dipicu peristiwa pada Jumat (1/5/2026), ketika seorang warga Kecamatan Kemang berinisial S (41) meninggal dunia setelah tertimpa pohon palem yang tumbang di kawasan tersebut.

Peristiwa itu menyoroti kembali aspek keselamatan dari keberadaan pohon berusia tua di ruang publik.

Menurut Eko, sebagian besar pohon palem yang berdiri di median jalan tersebut telah ditanam sejak awal 1990-an, bersamaan dengan pembangunan kawasan pemerintahan.

Seiring bertambahnya usia dan tinggi pohon, risiko tumbang dinilai meningkat, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Baca Juga :  Serah Terima Jabatan Ketua DWP Kabupaten Bogor, Tongkat Estafeta Beralih ke Disi Salistiawati Ajat

“Karakter pohon palem berbeda dengan pohon berkayu keras. Ketika sudah tinggi dan tua, tingkat kerentanannya terhadap cuaca ekstrem lebih besar,” jelasnya.

Jika hasil kajian merekomendasikan penebangan, Disperkim memastikan akan melakukan penanaman ulang dengan jenis pohon yang dinilai lebih kuat dan aman.

Beberapa jenis yang dipertimbangkan di antaranya mahoni dan tanaman berkayu lainnya yang memiliki sistem perakaran lebih kokoh.

Penataan ulang vegetasi di kawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam menyeimbangkan aspek estetika kota dengan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga :  QRIS di Pasar Tradisional Cibinong: Kemudahan atau Tantangan?

Sebagai catatan, tren penanaman palem di tepi jalan pernah populer pada era 1990-an sebagai elemen penghijauan sekaligus memperindah lanskap kota.

Namun dalam perkembangannya, sejumlah daerah mulai membatasi jenis tanaman tertentu termasuk palem, flamboyan, dan randu karena dinilai berisiko jika ditanam di jalur lalu lintas.

Di Kabupaten Bogor sendiri, penanaman pohon palem masih berlanjut hingga beberapa tahun terakhir, termasuk di ruas Jalan Pakansari-Kandang Roda hingga Sentul pada 2021, dengan nilai anggaran mencapai Rp 8 miliar lebih.

Sumber : Jabatstley