Keamanan Bandara Dipertanyakan Setelah Pejalan Kaki Tertabrak Pesawat Saat Lepas Landas

0
konflik
Ilustrasi Sebuah pesawat.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DENVERKeheningan malam di Bandara Internasional Denver berubah menjadi mencekam saat sebuah pesawat Frontier Airlines rute Denver-Los Angeles menabrak seorang pejalan kaki di landasan pacu, Jumat (8/5/2026) pukul 23.19 waktu setempat. Insiden fatal yang terjadi di tengah proses lepas landas ini mengakibatkan korban tewas di tempat dan belasan penumpang mengalami luka-luka.

Peristiwa bermula saat seorang individu yang diduga bukan karyawan bandara melompati pagar pembatas dan nekat menyeberangi landasan pacu. Hanya berselang dua menit kemudian, Penerbangan 4345 yang mengangkut 224 penumpang dan 7 awak tersebut melaju kencang untuk lepas landas dan menghantam korban.

Kepanikan di Dalam Kabin

Sentuhan maut tersebut memicu kerusakan teknis pada pesawat jenis Airbus A321 ini. Pilot terpaksa membatalkan lepas landas secara mendadak setelah kepulan asap mulai merayap masuk ke dalam kabin.

Baca Juga :  Gubernur Kentucky Sebut Korban Kecelakaan Pesawat UPS Bisa Bertambah

“Asap dilaporkan terlihat di dalam kabin dan pilot membatalkan lepas landas. Penumpang kemudian dievakuasi dengan aman melalui seluncuran sebagai tindakan pencegahan,” tulis pihak Frontier Airlines dalam pernyataan resminya.

Jose Cervantes, salah satu penumpang, menceritakan detik-detik mengerikan saat pesawat yang ia tumpangi gagal mengudara. Ia merasakan guncangan hebat tepat saat hidung pesawat mulai terangkat.

“Saya melihat ke kanan, dan saya melihat sayap kanan terbakar dan seperti meledak,” kata Cervantes kepada afiliasi CNN, KCNC.

Rasa takut akan kematian seketika menyelimuti para penumpang. “Saya pikir saya akan terbakar sampai mati. Anda tahu, ketika saya melihat api dan asap, saya langsung berpikir saya akan terbakar,” tuturnya lagi.

Baca Juga :  Langit Timur Tengah Mencekam, Evakuasi Warga Terjepit di Antara Deru Rudal

Evakuasi Darurat dan Luka-luka

Mesin pesawat dilaporkan sempat terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh Departemen Pemadam Kebakaran Denver. Di tengah kekacauan tersebut, evakuasi dilakukan menggunakan perosotan darurat.

Proses evakuasi yang terburu-buru itu memakan korban. Sebanyak 12 orang dilaporkan cedera ringan, termasuk ibu dari Jose Cervantes. “Ibu saya sebenarnya langsung meluncur ke bawah perosotan dan lututnya tertekuk saat membentur lantai. Kami tetap harus membawanya ke UGD,” ujar Cervantes.

Trauma yang Tertinggal

Bagi sebagian penumpang, suara ledakan dan kobaran api di sayap pesawat menyisakan trauma mendalam. John Anthens (56), yang sedang bersama putranya, memilih untuk tidak lagi naik pesawat dan lebih memilih menyewa mobil untuk menempuh perjalanan delapan jam ke Nebraska.

Baca Juga :  DPMD Cianjur Tekankan Transparansi Dana Desa untuk Cegah Polemik

“Saya melihat percikan kecil, dan kemudian saya melihat dan mendengar ledakan besar, seperti bom meledak,” kenang Anthens saat menggambarkan kerusakan mesin pesawat.

Hingga saat ini, identitas pejalan kaki yang tewas masih dalam proses identifikasi. Pihak bandara dan otoritas terkait terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap bagaimana warga sipil tersebut bisa menembus pengamanan ketat dan masuk ke area landasan pacu yang steril.

Sebagian besar penumpang lainnya telah diterbangkan menuju Los Angeles dengan jadwal penerbangan pengganti pada Sabtu pagi. Namun, bagi mereka yang berada di dalam Penerbangan 4345 malam itu, perjalanan singkat yang gagal tersebut akan selalu diingat sebagai malam yang hampir merenggut nyawa mereka.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com