NARASITODAY.COM,BAGHDAD – Pasir yang sunyi di gurun barat Irak, sebuah teka-teki militer kini menjadi pusat ketegangan geopolitik Timur Tengah. Rumor mengenai keberadaan pangkalan militer rahasia Israel yang diduga menjadi titik tumpu logistik untuk menggempur Iran, memicu kegaduhan diplomatik antara Baghdad, Washington, dan Tel Aviv.
Meski laporan media internasional menyebut adanya aktivitas pasukan khusus di sana, pemerintah Irak bergerak cepat untuk meredam spekulasi yang bisa membakar kembali sumbu perang di kawasan tersebut.
Bantahan Tegas dari Baghdad
Seorang pejabat keamanan senior Irak pada Minggu (10/05/2026) membantah keras klaim yang menyebutkan bahwa Israel telah mendirikan basis militer di kedaulatan mereka. Pejabat tersebut menegaskan bahwa wilayah gurun Irak tetap berada di bawah kendali penuh otoritas domestik.
“Laporan mengenai Israel yang saat ini mengoperasikan situs militer rahasia di gurun barat Irak adalah palsu,” tegas pejabat keamanan tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.
Bantahan ini merupakan respons langsung atas laporan The Wall Street Journal yang mengeklaim situs tersebut didirikan atas sepengetahuan Amerika Serikat (AS) sebagai basis dukungan serangan udara ke Iran pada akhir Februari lalu.
Kesaksian Gembala dan Insiden Berdarah
Namun, di balik bantahan resmi tersebut, terdapat jejak peristiwa yang sulit dihapus dari ingatan. Gurun Irak yang luas menyimpan cerita tentang aktivitas militer misterius yang sempat terdeteksi oleh warga sipil.
Peristiwa ini bermula pada awal Maret, ketika seorang penggembala di area gurun dekat Najaf dan Karbala melaporkan pergerakan helikopter dan pasukan bersenjata tak dikenal. Laporan sederhana dari warga lokal ini justru berujung pada bentrokan mematikan.
Wakil Komandan Operasi Gabungan Irak, Letnan Jenderal Qais Al-Muhammadawi, pada 5 Maret silam mengungkapkan bahwa tim penyelidik Irak yang dikirim menggunakan Humvee justru dihujani serangan udara hebat sebelum mencapai lokasi.
“Pasukan tertentu telah berada di darat dan menerima dukungan udara,” ujar Qais Al-Muhammadawi saat menjelaskan bahwa bala bantuan hanya menemukan tanah kosong setelah serangan terjadi.
Insiden itu meninggalkan duka: satu prajurit Irak tewas, dua luka-luka, dan bangkai kendaraan militer yang hangus menjadi saksi bisu adanya kekuatan asing yang tak tersentuh di sana.
Kedaulatan yang Terkoyak
Baghdad tidak tinggal diam. Merasa kedaulatannya dikangkangi, Irak dilaporkan telah melayangkan pengaduan resmi kepada Washington pada akhir Maret. Mereka menuduh adanya keterlibatan kekuatan asing dan menuntut tanggung jawab AS atas pelanggaran wilayah tersebut.
Hingga saat ini, keheningan datang dari pihak Israel dan Pentagon. Militer Israel memilih untuk tidak berkomentar, membiarkan misteri pangkalan rahasia di gurun Irak tetap menjadi “hantu” di tengah proses negosiasi damai yang masih rapuh di Islamabad.
Ketegangan regional memang sempat mereda melalui gencatan senjata pada 8 April, namun keberadaan “pasukan bayangan” di gurun Irak membuktikan bahwa perdamaian permanen di Timur Tengah masih jauh dari jangkauan. Di gurun yang luas itu, antara fakta dan kabar burung, garisnya tetap tipis dan membahayakan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














