NARASITODAY.COM, LOS ANGELES – Arcadia, sebuah kawasan elite di pinggiran Los Angeles yang dikenal dengan ketenangannya, mendadak diguncang skandal spionase. Eileen Wang (58), sosok yang selama ini memegang kepercayaan publik sebagai Wali Kota Arcadia, secara mengejutkan mengakui perannya sebagai agen ilegal bagi pemerintah China (RRC).
Pengakuan bersalah ini disampaikan Wang setelah Departemen Kehakiman AS membongkar aktivitas gelapnya yang berlangsung selama dua tahun, sejak akhir 2020 hingga 2022. Pada Senin (11/5/2026), Wang secara resmi meletakkan jabatannya, mengakhiri karier politiknya dengan catatan kelam.
Propaganda di Balik Portal Berita
Kasus ini terungkap melalui modus yang digunakan Wang. Alih-alih operasi militer, Wang menggunakan pengaruh media. Ia mengoperasikan portal bernama US News Center, sebuah situs yang di atas kertas tampak seperti portal berita warga keturunan China-Amerika.
Namun, di balik layar, situs tersebut adalah mesin propaganda Beijing. Wang secara rutin menerbitkan esai resmi pemerintah China, termasuk narasi yang membantah keras tuduhan genosida terhadap etnis Uighur di Xinjiang. Ia bekerja di bawah arahan pejabat China tanpa pernah melaporkan statusnya sebagai agen asing kepada otoritas Amerika Serikat.
Kesepakatan pengakuan bersalah ini mengungkapkan bahwa Wang bekerja sama dengan Yaoning Sun, seorang pria asal California yang sebelumnya telah divonis empat tahun penjara pada 2025 dalam kasus serupa.
Pihak pembela mencoba menghadirkan narasi yang lebih manusiawi di balik pelanggaran hukum tersebut. Tim kuasa hukum Wang, Brian A. Sun dan Jason Liang, mengklaim bahwa keterlibatan kliennya murni urusan pribadi yang dipicu oleh hubungan asmara, bukan karena jabatan politiknya.
“Penting untuk dicatat bahwa perilaku yang mendasari kesepakatan dengan pemerintah ini semata-mata berkaitan dengan kehidupan pribadi Ibu Wang yaitu platform media yang pernah ia operasikan bersama seseorang yang ia yakini sebagai tunangannya dan bukan perilaku sebagai pejabat publik terpilih,” tutur Sun dan Liang dalam pernyataan resmi mereka.
Meskipun memohon dukungan masyarakat dan menegaskan pengabdian Wang terhadap warga Arcadia tidak pernah pudar, dalih “urusan pribadi” tersebut tidak meredakan kekhawatiran otoritas keamanan nasional.
Tamparan Bagi Kepercayaan Publik
Asisten Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional, John A. Eisenberg, memberikan teguran keras. Baginya, fakta bahwa seorang pejabat terpilih bisa dikendalikan oleh kekuatan asing secara rahasia adalah ancaman serius bagi integritas negara.
“Sangat memprihatinkan bahwa seseorang yang sebelumnya menerima dan melaksanakan instruksi dari pejabat pemerintah RRC kini berada dalam posisi kepercayaan publik, terutama karena hubungan dengan pemerintah asing tersebut tidak pernah diungkapkan,” tegas Eisenberg.
Bayang-Bayang Diplomasi Global
Eileen Wang kini menghadapi ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Kasus ini pecah di saat yang sangat sensitif bagi diplomasi dunia. Pengakuan Wang muncul tepat sebelum Presiden Donald Trump dijadwalkan mendarat di Beijing pada hari Rabu untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
Di tengah pembicaraan tingkat tinggi mengenai perang Iran, ketegangan perdagangan, dan status Taiwan, kasus Wang menjadi pengingat nyata bahwa persaingan pengaruh antara kedua negara adidaya ini tidak hanya terjadi di meja perundingan, tetapi juga merayap hingga ke pemerintahan lokal di jantung Amerika Serikat.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














