Perang Rusia-Ukraina Memanas Kembali Setelah Gencatan Senjata Singkat

0
senjata
Ilustrasi bendera ukraina dan rusia. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, KYIV – Harapan akan kedamaian yang bertahan lama kembali pupus di bawah deru mesin pesawat tanpa awak. Hanya berselang tiga hari setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) berakhir, Rusia meluncurkan serangan udara masif yang memecah kesunyian di langit Ukraina pada Selasa (12/5/2026).

Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi orkestra ledakan saat lebih dari 200 drone jarak jauh milik Moskow menghujani berbagai titik strategis di Ukraina.

Keheningan yang Berakhir Tragis

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa Moskow secara sadar telah memilih untuk kembali ke jalur kekerasan setelah jeda singkat yang sempat memberi ruang napas bagi warga sipil.

Baca Juga :  Netanyahu Setuju Gencatan Senjata, Hamas Tunggu Jaminan Nyata untuk Akhiri Perang

“Rusia sendiri memilih untuk mengakhiri keheningan sebagian yang telah berlangsung selama beberapa hari,” ungkap Zelensky melalui pernyataan resmi di media sosialnya. “Semalam, lebih dari 200 drone serang diluncurkan terhadap Ukraina,” tambahnya dengan nada getir.

Di wilayah Dnipropetrovsk, di mana statistik perang kembali berubah menjadi duka nyata. Di distrik Synelnykove, serangan udara ini bukan sekadar angka, melainkan nyawa yang hilang. Seorang pria dilaporkan tewas di tempat, sementara seorang perempuan dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka.

Oleksandr Ganzha, Kepala Administrasi Militer Regional Dnipropetrovsk, mengonfirmasi bahwa selain satu korban jiwa, setidaknya empat orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan terpisah di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Korea Utara Melakukan Uji Tembak Rudal Jelajah Strategis dan Rudal Anti-Kapal Perang

Klaim Balasan di Perbatasan

Di sisi lain perbatasan, narasi serupa namun berbeda sisi juga bergaung. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa mereka tidak membiarkan wilayahnya tanpa perlindungan. Sistem pertahanan udara mereka bekerja ekstra keras dari tengah malam hingga fajar menyingsing untuk menghalau serangan balasan dari Kyiv.

Melansir laporan AFP, Moskow mengeklaim telah melumpuhkan puluhan UAV (pesawat tanpa awak) Ukraina yang menyasar wilayah Belgorod, Voronezh, dan Rostov.

“Dari tengah malam hingga pukul 07.00 waktu Moskow, aset pertahanan udara mencegat dan menghancurkan 27 pesawat tanpa awak sayap tetap Ukraina,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca Juga :  Malam Suci di Vatikan, Paus Leo Tangisi Skala Konflik Global dan Kian Keras Kecam Perang Iran

Sinyal Perang Berkepanjangan

Eskalasi besar-besaran ini menunjukkan betapa rapuhnya kesepakatan di atas meja diplomasi saat ini. Berakhirnya gencatan senjata tiga hari tersebut seolah menjadi pintu pembuka bagi babak baru pertempuran yang lebih sengit.

Kini, warga di kedua sisi perbatasan kembali harus terbiasa dengan suara sirene udara dan kilatan cahaya di langit malam sebuah pengingat pahit bahwa “keheningan” dalam perang sering kali hanyalah persiapan untuk badai yang lebih besar.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com