Pasar Saham Terguncang, Presiden Prabowo Resmikan Kebijakan Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN

0
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto.Foto : setneg.go.id

NARASITODAY.COM,JAKRTA – Langkah berani Presiden Prabowo Subianto yang memusatkan seluruh kendali aktivitas ekspor komoditas utama nasional ke tangan negara langsung memicu respons berantai. Kebijakan strategis ini tidak hanya mengubah peta perdagangan global, tetapi juga memicu kepanikan di lantai bursa domestik.

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak tegang. Layar pergerakan saham yang biasanya dinamis, kini didominasi warna merah cair. Sentimen investor global langsung bergejolak hebat begitu pemerintah mengumumkan rencana monopoli ekspor ini, yang dinilai dapat merusak mekanisme pasar bebas serta memangkas margin keuntungan emiten komoditas secara drastis.

Berdasarkan laporan media Amerika Serikat, Associated Press, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami kejatuhan beruntun. Indeks saham utama Jakarta dilaporkan langsung merosot tajam 3,5% pada hari Selasa, dan tren pelemahan tersebut masih terus berlanjut hingga hari Rabu dengan penurunan tambahan mendekati 2%.

Baca Juga :  Presiden Tinubu Prioritaskan Pencarian Siswi Diculik Saat Krisis Keamanan Nigeria Meningkat

Sorotan Media Internasional

Kebijakan yang memperketat cengkeraman negara atas kekayaan alam ini langsung menjadi pusat perhatian internasional, termasuk dari negara tetangga. Media Singapura, Channel News Asia (CNA) pada Rabu (20/05/2026), menyoroti keputusan besar Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan seluruh penjualan komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan batu bara dilakukan hanya melalui satu pintu.

Sistem eksportir tunggal lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini disorot sebagai langkah drastis Jakarta untuk menghentikan kebocoran pendapatan negara dari sektor komoditas.

CNA juga menggarisbawahi bahwa Indonesia telah kehilangan potensi pendapatan hingga US$ 908 miliar (Rp 16.071,6 triliun) akibat ekspor yang dihargai terlalu murah selama puluhan tahun.

Baca Juga :  Yunita Siregar Resmi Menikah dengan Wicky V. Olindo di Hari Valentine 2025

Praktik manipulasi nilai faktur (under-invoicing) dan pengalihan harga (transfer pricing) oleh pihak swasta menjadi pemicu utama yang ingin diberantas oleh pemerintah melalui regulasi baru ini.

Di tengah pro dan kontra yang bergulir, Presiden Prabowo Subianto tampil penuh percaya diri menegaskan arah baru kedaulatan ekonomi Indonesia.

“Hari ini pemerintah Indonesia yang saya pimpin akan mengeluarkan regulasi mengenai pengelolaan ekspor komoditas,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

“Penerbitan regulasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan ekspor komoditas kita,” tambahnya.

“Semua penjualan sumber daya kita, mulai dari kelapa sawit hingga batu bara, harus melalui BUMN yang dipilih oleh pemerintah sebagai eksportir tunggal,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Seksual Melibatkan Empat Mahasiswa Unair Surabaya, Kasus Sedang Ditangani Satgas PPKPT

Kedaulatan untuk Rakyat

Meski langkahnya menuai sorotan tajam dari dunia internasional dan memicu gejolak pasar yang signifikan, Presiden Prabowo tetap bergeming. Bagi sang presiden, penguasaan penuh atas kekayaan alam merupakan hak mutlak demi menjamin kesejahteraan rakyat. Sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia dan anggota G20, ekonomi Indonesia dinilai harus dikelola secara maksimal untuk mendorong penerimaan negara.

Menutup pernyataannya, Presiden menyampaikan pesan nasionalisme yang kuat sebagai landasan dari kebijakan berani ini:

“Dalam pandangan pemerintah-dan saya yakin setiap patriot akan mendukung ini-bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com