Lolos dari Kecelakaan Beruntun, Sean Gelael dan AF Corse 50 Finis Kelima di Monza

0
Monza
pebalap andalan Indonesia, Sean Gelael.Foto : ludus.id

NARASITODAY.COM, MONZA – Deru mesin V6 Turbo memecah keheningan sirkuit legendaris Italia saat lampu hijau menyala. Namun, hanya dalam hitungan detik, kemegahan balapan ketahanan putaran kedua GT World Challenge Europe (GTWCE) 2026 di Sirkuit Monza, Minggu (31/5/2026) malam WIB, langsung berubah menjadi arena drama yang mencekam. Tikungan pertama yang sempit menjadi saksi bisu hancurnya ambisi puluhan pebalap akibat kecelakaan beruntun yang masif.

Di tengah kekacauan tersebut, pebalap andalan Indonesia, Sean Gelael, bersama timnya AF Corse 50 berhasil menunjukkan ketenangan luar biasa. Memulai balapan dari posisi start yang jauh dari ideal, Sean dan kolega sukses mengamankan posisi kelima di akhir balapan yang penuh dengan kibaran bendera kuning tersebut.

Drama di lintasan bermula tepat selepas start. Puluhan mobil GT3 yang melaju dalam kecepatan tinggi langsung berebut ruang sempit di tikungan pertama. Senggolan fatal antara mobil Getspeed 17 dan Ferrari AF Corse 51 menjadi pematik kecelakaan beruntun yang karambol.

Akibatnya, beberapa mobil papan atas langsung “lenyap” dan tereliminasi dari balapan, termasuk jet darat milik tim HRT Ford #64 yang memegang posisi pole position. Insiden masif ini memaksa Safety Car (SC) langsung turun ke lintasan untuk menetralisir keadaan.

Baca Juga :  Maung Bandung Dekat ke 16 Besar Usai Bungkam Bangkok United di Markas Lawan

Aksi Impresif Sean Gelael dan Konsistensi Tim

Sean Gelael yang bertindak sebagai pebalap pertama tim AF Corse 50 menunjukkan insting tajam. Ia beruntung mampu meloloskan diri dari jebakan tabrakan beruntun tersebut. Tak hanya selamat, insiden itu membawa berkah tersendiri bagi Sean, di mana posisi lombanya langsung terdongkrak naik dari peringkat ke-12 (P12) ke peringkat ke-9 (P9).

Tidak mau sekadar beruntung, Sean langsung menunjukkan kelasnya di kategori Pro. Lewat aksi saling susul yang bersih dan agresif, pebalap bertubuh jangkung ini perlahan tapi pasti merayap naik ke papan atas hingga berhasil menembus posisi ketiga (P3), sebelum akhirnya masuk ke pit untuk menyerahkan kemudi kepada rekan setimnya, Lilou Wadoux.

Wadoux yang melanjutkan estafet balapan tampil tidak kalah impresif. Berada di bawah tekanan tinggi karena jalannya balapan yang berulang kali dihiasi insiden serta intervensi Full Course Yellow (FCY) dan Safety Car, ia berhasil menunjukkan kematangan mental dengan mempertahankan posisi keempat (P4) di kelas Pro.

Baca Juga :  Festival SenengMinton 2024, Langkah Strategis dalam Pembibitan Atlet Bulu Tangkis Sejak Dini

Memasuki paruh akhir, Arthur Leclerc turun sebagai pebalap pemungkas. Sayangnya, adik dari pebalap F1 Charles Leclerc ini tidak bisa berbuat banyak untuk menyalip rival di depannya.

Hal ini dikarenakan sisa balapan justru lebih banyak dipandu oleh FCY akibat rentetan insiden lain, hingga akhirnya balapan terpaksa finis di bawah kawalan Safety Car. Tim AF Corse 50 menyentuh garis finis di posisi keenam secara keseluruhan, namun berhak atas finis kelima setelah penyesuaian kelas.

Kejutan dari Kelas Silver dan Tatapan Menuju Spa

Hasil finis kelima ini menjadi pencapaian yang sangat disyukuri oleh seluruh kru AF Corse 50. Mengingat posisi start yang berada di lini tengah dan banyaknya tabrakan yang terjadi, ketangguhan mobil Ferrari 296 GT3 Evo yang mereka geber terbukti andal dan selalu selamat dari kerusakan fisik di tangan Sean, Lilou, maupun Arthur.

Menariknya, balapan di Monza kali ini melahirkan kejutan besar. Juara umum GTWCE – Endurance Cup di sirkuit Italia ini justru tidak datang dari tim kategori utama seperti Pro atau Gold, melainkan direbut oleh tim dari kelas Silver. Tim Tressor Attempto Racing #66 yang mengandalkan mobil Audi tampil fenomenal dan sukses mengasapi tim-tim unggulan untuk mengklaim podium tertinggi.

Baca Juga :  Jalan Raya Parung Kembali Memakan Korban, Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Bagi Sean Gelael dan tim AF Corse 50, sirkuit Monza malam itu memberikan pelajaran berharga tentang arti sebuah kesabaran di atas kecepatan tinggi. Di dalam kokpit yang panas dan penuh tekanan, batas antara kemenangan dan kecelakaan total hanya berjarak beberapa milimeter saja.

Meski podium utama belum berhasil digenggam, keberhasilan membawa pulang poin penting dari Monza menjadi modal emosional yang sangat berharga. Kini, fokus langsung dialihkan menuju Belgia.

Akhir Juni nanti, tantangan yang jauh lebih brutal dan legendaris telah menanti mereka dalam balapan ketahanan 24 Jam di Sirkuit Spa-Francorchamps (GTWCE-Endurance Cup 24H Spa), tempat di mana ketahanan fisik, taktik, dan mental para pebalap dunia akan diuji hingga batas maksimal.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com