Sebelum Upacara Puncak HJB ke 544, Bupati Bogor Lakukan Ritual ini Dirumah Sejarah

0
Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Mantan Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengikuti tawasul dan doa bersama di Rumah Sejarah Bupati Bogor pertama, Ipik Gandamanah, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Rabu (3/6/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian awal peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang berlangsung khidmat bersama tokoh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.

NARASITODAY.COM, BOGOR – Rumah Sejarah Bupati Bogor pertama, Ipik Gandamanah, di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjadi lokasi awal rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Rabu (3/6/2026) malam.

Bupati Bogor Rudy Susmanto tiba di lokasi sekitar pukul 21.37 WIB bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor.

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu disambut antusias masyarakat Desa Malasari yang sejak malam telah memadati area kegiatan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara langsung menuju kawasan Citalahab yang menjadi lokasi puncak rangkaian kegiatan HJB ke-544.

Baca Juga :  Alfin Korban Ombak Cisolok Dimakamkan di Bogor, Warga Berbondong-bondong Melayat

Sekretaris Desa Malasari, Cucu Suryati, mengatakan setibanya di Rumah Sejarah Ipik Gandamanah, Bupati Bogor bersama kepala desa dan tokoh masyarakat langsung mengikuti ritual keagamaan berupa tawasul bersama.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjalanan panjang Kabupaten Bogor hingga memasuki usia ke-544 tahun.

“Itu merupakan wujud syukur kepada Yang Maha Kuasa dengan mengirimkan doa kepada para leluhur, kasepuhan, dan para pahlawan, khususnya kepada Bapak Ipik Gandamanah sebagai Bupati Bogor pertama,” ujar Cucu.

Baca Juga :  Aksi Nekat Marquez: Bagaimana Itu Membuat Lorenzo Cedera Parah

Selain kegiatan tawasul, rangkaian acara HJB di Desa Malasari juga diisi pagelaran wayang golek yang berlangsung di depan Kantor Desa Malasari.

Pertunjukan budaya tersebut menghadirkan dalang Den Gala dari Kecamatan Ciampea bersama Lingkung Seni Nagara Raksa Budaya Bogor dengan mengangkat tema “Mulasara Budaya Ngawangun Nagara”.

Cucu menjelaskan, dipilihnya Desa Malasari sebagai lokasi pelaksanaan HJB ke-544 tidak hanya berkaitan dengan nilai sejarah, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Ketegangan di Eropa Meningkat Setelah Ancaman Rusia terhadap Negara-negara NATO

Menurutnya, Desa Malasari hingga kini masih memegang teguh budaya dan adat Sunda yang menjadi kekuatan tersendiri sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam.

Desa Malasari memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Namun tentu hal itu tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun swasta,” katanya.

Wartawan : Andreas