Bayi 3 Bulan di China Dirawat ICU Usai Keracunan Susu Formula Campur Jus Sayuran

0
ICU
Ilustrasi kaki bayi. Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Zhongshan Women and Children’s Hospital di Provinsi Guangdong, China Selatan, mendadak tegang ketika sepasang orang tua melarikan bayi laki-laki mereka yang baru berusia tiga bulan. Bayi mungil tersebut datang dalam kondisi kritis: seluruh tubuhnya berubah menjadi keunguan, bibirnya membiru, dan napasnya memburu akibat sesak yang hebat.

Dikutip dari South China Morning Post, petaka tersebut bermula dari sebuah kekeliruan fatal di dapur rumah mereka. Berbekal asumsi pribadi bahwa jus sayuran jauh lebih kaya nutrisi dan bergizi dibandingkan air putih biasa, sang orang tua sengaja menyeduh susu formula sang bayi menggunakan jus sayuran, bukan air hangat standar. Namun, tidak lama setelah botol susu itu tandas, tubuh mungil sang bayi langsung bereaksi ekstrem dan kolaps.

Baca Juga :  5 Alasan Mengapa Jalan Kaki Sangat Baik untuk Kesehatan Ibu Hamil

Setelah pemeriksaan cepat, tim dokter mendiagnosis bahwa sang bayi mengalami keracunan nitrit akut. Beruntung, setelah mendapatkan penanganan medis yang intensif dan kritis selama dua hari di ruang ICU, kondisi kesehatan bayi tersebut berhasil distabilkan dan ia diperbolehkan pulang pada pertengahan Juni lalu.

Bahaya Tersembunyi di Balik Makanan Alami

Sentuhan medis dari kasus ini menguak fakta yang jarang disadari oleh para orang tua baru. Dokter yang menangani kasus ini menjelaskan bahwa sayuran yang direbus dalam durasi terlalu lama dapat memicu reaksi kimiawi yang menghasilkan cairan dengan kadar nitrit yang sangat tinggi. Cairan pekat inilah yang menjadi racun ketika dicampurkan ke dalam bubuk susu formula bayi.

Baca Juga :  Coba Resep Es Cendol Susu, Takjil Kekinian yang Segar untuk Berbuka Puasa

Secara anatomis, seorang bayi yang baru menginjak usia tiga bulan memiliki sistem pencernaan dan fungsi ginjal yang masih sangat rapuh dan belum berkembang sempurna. Tubuh mereka sama sekali belum mampu menyaring atau mengolah kadar nitrat maupun nitrit dalam dosis tinggi.

Ketika zat nitrit tersebut terlanjur masuk dan mengalir di dalam pembuluh darah, zat kimia ini akan mengikat hemoglobin dan merusak kemampuan darah untuk mengedarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Akibat dari pasokan oksigen yang tersumbat drastis inilah, bagian sensitif seperti bibir, permukaan kulit, hingga kuku bayi akan langsung berubah warna menjadi biru atau keunguan.

Peringatan Keras bagi Orang Tua

Tragedi ini memicu reaksi dan edukasi dari komunitas medis di China. Dokter anak Cao Qi dari Nanning No 1 People’s Hospital di Guangxi, memanfaatkan momentum ini untuk memberikan peringatan keras melalui media sosialnya agar para orang tua di luar sana mengenali tanda-tanda keracunan nitrit sejak dini.

Baca Juga :  Harapan Anak Sekolah Tertunda, Pemerintah Janji Operasi Dibuka Usai Verifikasi

“Menunda penanganan hanya beberapa menit saja dapat membahayakan nyawa bayi,” tegas Cao mengingatkan betapa tipisnya batas antara hidup dan mati dalam kasus keracunan ini.

Cao juga mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak lagi bereksperimen, mengikuti tren pengasuhan yang tidak jelas, atau mengambil keputusan krusial terkait nutrisi anak hanya berdasarkan insting dan asumsi pribadi tanpa berkonsultasi dengan ahli.

“Makanan alami belum tentu aman untuk bayi yang masih sangat kecil,” pungkas Cao menutup edukasinya.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com