Sebelum Minum Teh Malam, Periksa 5 Risiko Efek Buruk yang Bisa Mengganggu Kesehatanmu

0
Minum teh
Ilustrasi minum teh.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Minum teh di malam hari menjadi kebiasaan yang digemari banyak orang karena dianggap mampu memberikan rasa tenang dan membantu tubuh lebih rileks setelah menjalani aktivitas seharian. Namun, di balik manfaatnya, konsumsi teh menjelang waktu tidur juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping yang perlu diwaspadai.

Kandungan kafein dan senyawa tertentu dalam teh dapat memengaruhi kualitas tidur hingga kondisi pencernaan jika dikonsumsi secara berlebihan atau pada waktu yang kurang tepat. Berikut lima risiko yang perlu diketahui sebelum Anda menikmati secangkir teh di malam hari.

1. Mengganggu Kualitas Tidur

Salah satu risiko utama minum teh pada malam hari adalah gangguan tidur. Banyak jenis teh, terutama teh hitam, teh hijau, dan teh oolong, mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf pusat. Akibatnya, seseorang bisa lebih sulit mengantuk, sering terbangun di malam hari, atau mengalami penurunan kualitas tidur.

Baca Juga :  Gak Bakal Lemes! 5 Cara Ampuh Menahan Lapar Saat Puasa Ramadan, Agar Ibadah Lebih Khusyuk dan Semangat

Bagi individu yang sensitif terhadap kafein, efek ini bahkan dapat muncul meskipun hanya mengonsumsi satu cangkir teh beberapa jam sebelum tidur.

2. Meningkatkan Frekuensi Buang Air Kecil

Teh memiliki sifat diuretik ringan yang dapat meningkatkan produksi urine. Jika dikonsumsi menjelang waktu tidur, kondisi ini dapat membuat seseorang lebih sering terbangun untuk buang air kecil pada malam hari.

Gangguan tidur akibat sering ke kamar mandi tentu dapat memengaruhi kualitas istirahat dan membuat tubuh terasa kurang segar keesokan harinya.

3. Memicu Gangguan Lambung

Pada sebagian orang, konsumsi teh saat perut kosong atau menjelang tidur dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung. Kandungan tanin dalam teh berpotensi meningkatkan produksi asam lambung sehingga menimbulkan gejala seperti mual, perut kembung, atau sensasi panas di dada.

Baca Juga :  Trik Sederhana untuk Membuat Teh Tarik Khas Malaysia yang Nikmat dan Beraroma

Risiko ini cenderung lebih tinggi pada mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung atau refluks asam.

4. Mengurangi Penyerapan Zat Besi

Tanin dalam teh juga diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Jika kebiasaan minum teh dilakukan secara rutin setelah makan malam, tubuh mungkin tidak menyerap zat besi secara optimal.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menjadi perhatian terutama bagi orang yang berisiko mengalami kekurangan zat besi, seperti wanita usia subur atau individu dengan pola makan tertentu.

5. Menyebabkan Jantung Berdebar pada Sebagian Orang

Kafein yang terkandung dalam teh dapat memberikan efek stimulasi pada tubuh. Pada individu yang sensitif, konsumsi teh di malam hari dapat memicu gejala seperti jantung berdebar, gelisah, cemas, atau sulit merasa rileks saat hendak tidur.

Meski tidak dialami semua orang, efek ini dapat mengurangi kenyamanan dan mengganggu proses istirahat malam.

Baca Juga :  5 Manfaat Genggaman Tangan Kuat untuk Mencegah Cedera dan Memperkuat Tulang

Pilih Jenis Teh yang Tepat

Bukan berarti minum teh pada malam hari harus dihindari sepenuhnya. Jika ingin tetap menikmati teh sebelum tidur, pilihlah jenis teh herbal yang secara alami bebas kafein, seperti teh chamomile, peppermint, atau rooibos. Selain itu, hindari konsumsi teh dalam jumlah berlebihan dan beri jeda beberapa jam sebelum waktu tidur.

Teh memang menawarkan berbagai manfaat kesehatan, tetapi konsumsi pada malam hari juga memiliki sejumlah risiko yang patut diperhatikan. Mulai dari gangguan tidur, peningkatan frekuensi buang air kecil, masalah lambung, hingga berkurangnya penyerapan zat besi dapat terjadi pada sebagian orang.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali respons tubuh dan memilih jenis teh yang sesuai agar manfaatnya tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan kualitas kesehatan dan istirahat malam.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com