
NARRASITODAY.COM,JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tanah air kini tidak lagi sekadar menjadi ajang keliling sekolah atau menghafal visi-misi lembaga. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membawa perubahan besar pada MPLS 2026 dengan menyulap tradisi tahunan ini menjadi ruang deteksi dini untuk mengenal potensi dan kondisi psikologis murid baru secara utuh.
Jika pada tahun 2025 murid hanya diuji lewat Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi selama 60 menit, maka pada MPLS 2026 ini jumlah tes dikembangkan menjadi tiga jenis asesmen yang akan serentak dilaksanakan pada hari ketiga dengan durasi 90 menit.
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa langkah berani ini diambil sebagai bentuk peningkatan mutu dari sistem tahun lalu.
“Pada tahun 2026 ini terdapat sejumlah penguatan dibandingkan MPLS tahun 2025, terutama khususnya dalam aspek mengenal potensi diri dan juga kebutuhan dukungan murid,” kata Rusprita dalam tayangan ulang Webinar Solusi MPLS Ramah Tahun 2026 di laman YouTube Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI, Rabu (24/6/2026).
Tiga Tes Utama dan Sistem Satu Pintu dari Pusat
Pada hari ketiga nanti, para siswa baru akan dihadapkan pada tiga instrumen penting, yaitu:
- Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar.
- Asesmen literasi membaca dan numerasi.
- Identifikasi bakat dan minat.
Perubahan mendasar lainnya terletak pada manajemen data. Berbeda dengan sistem MPLS 2025 yang hasilnya diolah secara manual oleh pihak sekolah masing-masing, kali ini Kemendikdasmen memegang kendali penuh mulai dari distribusi formulir digital hingga pengolahan data terpadu. Hasil akhir tes tersebut nantinya akan keluar dalam bentuk laporan terperinci per murid yang bisa diakses langsung melalui Sistem MPLS Ramah.
Rusprita menjabarkan bahwa output data ini memiliki fungsi multi-aspek yang sangat strategis bagi iklim pendidikan.
“Oleh karena itu, nantinya bukan hanya guru yang memanfaatkan hasil tes untuk dasar rancangan persiapan pembelajaran, tapi juga Bapak-Ibu Kepala Sekolah bisa menggunakannya untuk perencanaan program sekolah terkait bakat, minat, dan juga terkait perwujudan budaya sekolah aman dan nyaman,” urai Rusprita.
Bukan hanya konsumsi internal pendidik, potret utuh anak tersebut juga akan diserahkan kepada orang tua demi memperkuat pola pengasuhan dan pendampingan emosional yang sinkron antara sekolah dan rumah.
Membidik Kebugaran Fisik Sejak Hari Kedua
Selain urusan psikis dan akademik, aspek fisik anak tidak luput dari perhatian. Pada hari kedua MPLS, sekolah akan menggelar asesmen kebugaran yang berfokus pada identifikasi massa tubuh dan tes fleksibilitas. Bahkan, pihak sekolah didorong untuk memfasilitasi pos pendaftaran cek kesehatan gratis sebelum dan selama rangkaian MPLS Ramah bergulir.
Dengan seluruh rombakan instrumen ini, paradigma MPLS kini bergeser ke arah yang lebih humanis dan berpusat pada hak anak.
“Dengan demikian, MPLS 2026 ini bergerak lebih kuat dari sekadar pengenalan lingkungan menuju pengenalan murid secara lebih utuh, baik dari aspek akademik, sosial, emosional, bakat-minat, kesehatan, dan juga kebutuhan dukungan pembelajaran,” tegas Rusprita.
Panduan Rangkaian Tes Berdasarkan Jenjang Sekolah
Agar proses ini berjalan mulus, orang tua murid dilibatkan aktif sejak fase awal sosialisasi program. Berikut adalah detail sebaran tes yang wajib dilalui peserta didik baru di setiap jenjang:
- Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD): Pada masa sosialisasi, orang tua wajib mengisi instrumen identifikasi awal kondisi sosial-emosional, konsentrasi belajar, serta massa tubuh anak. Khusus murid baru SD, terdapat pengisian instrumen minat bakat, disusul tes fleksibilitas fisik mandiri di hari kedua.
- SMP, SMA, dan SMK: Siswa baru akan menjalani identifikasi massa tubuh dan tes fleksibilitas pada hari kedua. Selanjutnya pada hari ketiga, mereka akan menyelesaikan tes kondisi sosial-emosional, asesmen literasi dan numerasi, serta pemetaan bakat minat.
- Sekolah Luar Biasa (SLB): Para murid berkebutuhan khusus akan menjalani tes identifikasi massa tubuh dengan pendampingan melekat dari guru, di mana hasil serta rekomendasi khususnya akan langsung diserahkan kepada orang tua berdasarkan buku rujukan resmi.
Informasi lengkap, modul kegiatan, serta mekanisme deteksi dini dalam program ini dapat diakses secara berkala oleh publik melalui laman resmi kementerian di https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/mplsramah/.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













