NARASITODAY.COM,JAKARTA – Gemuruh kebahagiaan menyelimuti Tim nasional (Timnas) bola voli putra Indonesia. Melalui perjuangan sengit di atas lapangan, skuad Garuda berhasil menyegel tiket menuju babak semifinal AVC Cup 2026, sekaligus menuntaskan target besar yang dipatok oleh Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI).
Kepastian ini diraih setelah Indonesia menyudahi perlawanan alot Oman dengan skor komanditer 3-1 pada laga pamungkas fase Grup B yang digelar Jumat (26/6). Kejar-mengejar angka yang menegangkan tersaji dalam laga empat set yang berakhir dengan poin 25-23, 20-25, 25-19, dan 25-21.
Hasil positif ini menjadi klimaks yang manis bagi perjalanan Indonesia di babak penyisihan. Mengantongi tiga kemenangan dari total empat pertandingan, anak-asuh Toiran Reidel ini melenggang gagah ke babak empat besar dengan status sebagai runner-up Grup B.
Rasa lega dan syukur pun tak bisa disembunyikan oleh jajaran tim pelatih sesaat setelah peluit panjang berbunyi.
“Alhamdulillah. Sesuai target yg ditargetkan PBVSI,” kata Asisten Pelatih Timnas Voli Putra Indonesia, Nur Widayanto, dalam keterangan tertulis resminya seusai pertandingan. “Tanpa bermaksud meremehkan, kami yakin bisa mengambil poin ini setelah mempelajari permainan tim Oman.”
Ketegangan di Set Kedua dan Taktik Jitu Pelatih
Di balik kemenangan krusial ini, jalannya pertandingan tidaklah mudah. Sejak awal laga, Coach Toiran Reidel langsung menurunkan barisan pilar terbaiknya. Nama-nama langganan seperti Fauzan Nibras, Farhan Halim, Alfin Daniel, Boy Arnezz, Hendra Kurniawan, hingga Ahmad Gumilar dipercaya turun sebagai starter untuk langsung menggebrak pertahanan lawan.
Namun, atmosfer pertandingan sempat memanas dan goyah di set kedua. Ambisi yang meledak-ledak dari para penggawa Garuda justru menjadi bumerang yang membuat Oman mampu mencuri poin dan menyamakan kedudukan.
“Set ke-2 sempat kehilangan, karena anak-anak terlalu bernafsu memukul keras saat dapat bola hasil penerimaan oman yang melewati net,” Nur menjelaskan mengevaluasi dinamika di lapangan.
Melihat situasi yang mulai keluar dari jalur, tim pelatih bergerak cepat di jeda set. Intervensi taktik dilakukan untuk menenangkan mental bertanding para pemain agar kembali bermain dengan kepala dingin.
“Di set ke-3 dan ke-4 diinstruksikan tetap fokus dan taktis. Banyak poin blok yang dihasilkan setelah servis kita menyulitkan mereka,” tutur Nur.
Sentuhan strategi Toiran Reidel kembali teruji di tengah laga yang krusial tersebut. Ia mengambil keputusan berani dengan menarik keluar Ahmad Gumilar dan memasukkan darah muda, Putra Bagus Hidayatullah. Perjudian ini berbuah manis karena kehadiran Putra Bagus terbukti menyuntikkan energi baru dan memperkokoh tembok pertahanan Indonesia dari gempuran smes para pemain Oman.
“Karena dirasa bisa menggantikan Gumilar untuk memperkuat blok. Selain itu kualitas servisnya juga lebih menekan lawan,” pungkas Nur memuji kontribusi pemain penggantinya tersebut.
Kini, dengan modal mentalitas pantang menyerah dan strategi yang kian matang, Timnas Indonesia bersiap menatap tantangan yang lebih besar di babak semifinal demi membidik podium tertinggi AVC Cup 2026.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














