AS Sita Hampir 400 Domain Streaming Ilegal Piala Dunia FIFA, Lindungi Hak Siar dan Penonton

0
400 domain
Ilustrasi piala fifa.Foto : pajak.go.id

NARASITODAY.COM, WASHINGTON D.C.Di saat jutaan pasang mata di seluruh dunia sedang terpaku pada gemerlap lapangan hijau, sebuah operasi senyap di dunia maya justru sedang berlangsung. Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menyita hampir 400 domain internet yang kedapatan menyiarkan pertandingan FIFA World Cup secara ilegal.

Langkah tegas ini diambil oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) guna menggulung jaringan internasional yang memanfaatkan euforia turnamen demi meraup keuntungan sepihak. Dalam mengendus keberadaan ratusan situs nakal tersebut, DOJ tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi erat dengan badan sepak bola dunia, FIFA, serta raksasa media internasional seperti NBCUniversal dan Warner Bros. Discovery.

Pihak DOJ menjelaskan bahwa ratusan domain yang disita tersebut terbukti menawarkan konten berhak cipta secara ilegal. Mereka membajak siaran langsung pertandingan Piala Dunia yang saat ini sedang berlangsung, tepat ketika tayangan tersebut pertama kali disiarkan secara resmi ke publik.

Baca Juga :  Alessandro Bastoni Jadi Sorotan Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Istrinya Camilla Bresciani Jadi Sasaran Netizen

Namun, di balik kemudahan menonton gratis yang ditawarkan situs-situs tersebut, ada bahaya besar yang mengintai para pencinta bola.

“Para pelaku streaming ilegal ini tidak hanya melanggar hukum hak cipta, tetapi juga dapat membahayakan penonton melalui potensi ancaman malware dan koneksi tidak aman yang bisa mencuri data pribadi maupun finansial,” ujar Eric Weindorf, agen di Homeland Security Investigations.

Operasi Global di Balik Layar

Sifat kejahatan digital yang tanpa batas membuat operasi penindakan ini meluas ke berbagai penjuru dunia. Pihak berwenang mengungkapkan bahwa target operasi tidak hanya berpusat di Amerika Utara. Server dan domain yang terafiliasi dengan jaringan pembajakan ini juga dibidik di Peru dan Bulgaria. Tak sampai di situ, gelombang gangguan terhadap jalur streaming ilegal serupa turut dilancarkan di Kroasia, Rumania, Polandia, hingga Kolombia.

Baca Juga :  Setelah Dua Kekalahan, Arsenal Balas dengan Kemenangan 7-1 atas PSV di Liga Champions

Penindakan besar-besaran ini terjadi di tengah momentum emas sepak bola. Piala Dunia kali ini, yang bergulir sejak 11 Juni di tiga negara tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—memang tengah berada di puncak popularitasnya.

Pertandingan yang tersebar di 16 kota ini dijadwalkan berlangsung hingga 19 Juli mendatang. Berdasarkan data dari FIFA, antusiasme suporter di edisi kali ini sangat luar biasa, bahkan mencatat rekor jumlah penonton langsung di stadion tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga :  4 Atlet Indonesia Siap Bersaing di Final Speed Piala Dunia Panjat Tebing Chamonix

Fenomena serupa juga terjadi di layar kaca resmi. Lembaga riset Nielsen melaporkan bahwa beberapa laga pada pekan lalu sukses menjadi program televisi yang paling banyak ditonton masyarakat. Puncaknya terjadi saat kemenangan dramatis Amerika Serikat atas Australia, yang resmi dinobatkan sebagai tayangan dengan rating tertinggi.

Sayangnya, di balik gairah dan sorak-sorai penonton yang memecahkan rekor tersebut, para pembajak siber mencoba mencari celah sebelum akhirnya “peluit panjang” dari penegak hukum menghentikan paksa aksi mereka.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id