Topan Super Bavi Melanda Pulau Sakishima dan Menyebabkan Peringatan Banjir di Jepang dan Taiwan

0
Topan
Ilustrasi awan gelap dari pusaran badai. Foto : Istock

NARASITODAY.COM,OKINAWATopan Super Bavi menerjang rangkaian Kepulauan Sakishima di wilayah selatan Jepang dengan membawa hujan lebat dan angin kencang pada Sabtu (11/7/2026). Badai besar ini memicu peringatan serius dari otoritas setempat terkait risiko banjir bandang dan tanah longsor, seiring pergerakan topan yang kini mengarah ke Taiwan.

Suasana mencekam sempat terekam di Pulau Ishigaki, Prefektur Okinawa. Jalan-jalan mendadak lumpuh dan kosong melongpong. Hanya tampak potongan-potongan kecil puing yang terbang tersapu angin, diselingi satu dua kendaraan yang nekat menerobos cuaca ekstrem. Di area pelabuhan, perahu-perahu nelayan dan feri terguncang hebat dihantam arus kuat.

Badai berkekuatan masif ini tercatat membawa kecepatan angin maksimum hingga 144 kilometer per jam (90 mph) di dekat pusatnya. Bahkan, pihak berwenang telah merilis peringatan bahwa hembusan angin bisa melonjak hingga 198 kilometer per jam. Akibatnya, seluruh layanan penerbangan dan feri di Ishigaki yang merupakan destinasi wisata populer ditangguhkan total sepanjang hari Sabtu.

Baca Juga :  Hujan Ekstrem Picu Banjir Besar di Tunisia, Empat Orang Tewas

Sementara itu di negara tetangga, Taiwan langsung mengambil langkah siaga satu. Pemerintah setempat bergerak cepat mengevakuasi lebih dari 14.000 warga dari wilayah pegunungan yang rawan longsor seiring mendekatnya Topan Bavi di sisi utara.

Meski laporan meteorologi menunjukkan intensitas Topan Bavi perlahan melemah dan diprediksi tidak akan menghantam daratan Taiwan secara langsung, pemerintah enggan berjudi dengan keselamatan warga. Langkah preventif ini diambil mengingat curah hujan ekstrem diperkirakan bisa mencapai hampir 1 meter (3,3 kaki) di beberapa titik.

Baca Juga :  Rumor Hamil Maia Estianty Jadi ‘Marketing Gratis’, Sang Diva Santai Menanggapinya

Evakuasi massal sebagian besar berpusat di wilayah utara dan timur Taiwan. Dampak badai juga melumpuhkan sektor transportasi udara dengan pembatalan 917 penerbangan internasional dan 274 penerbangan domestik.

Hampir seluruh kota dan kabupaten di Taiwan menetapkan hari libur topan pada hari Sabtu, memaksa kantor dan sekolah yang beraktivitas di akhir pekan untuk tutup. Jalur kereta cepat utama utara-selatan tetap beroperasi meski dengan jadwal yang dipangkas.

Baca Juga :  5 Manfaat Memiliki Ruang Privasi di Rumah untuk Kesejahteraan Emosional

Di ibu kota Taipei, sisa-sisa kekuatan topan membawa angin kencang dan hujan yang membasahi sudut-sudut kota. Menariknya, di tengah kepungan cuaca buruk, beberapa warga lokal terpantau tetap beraktivitas santai di luar ruangan.

“Tidak apa-apa, tidak terlalu serius. Hanya sedikit angin lagi,” ujar Yeh Mao-hsiung, seorang warga Taipei berusia 68 tahun, dengan tenang saat sedang berjalan-jalan pagi bersama anjing kesayangannya.

Selepas melewati wilayah timur laut Taiwan, Topan Bavi diproyeksikan akan melanjutkan pergerakannya menuju daratan China timur dan diperkirakan mencapai Kota Wenzhou kota padat penduduk yang dihuni 10 juta jiwa pada Minggu pagi.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id