NARASITODAY.COM, BOGOR – Timnas Indonesia akan memulai perjuangannya di Piala AFF 2026 dengan menghadapi Kamboja pada laga perdana turnamen. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026) pukul 20.30 WIB.
Bermain di kandang sendiri, Indonesia membawa catatan positif dalam rekor pertemuan melawan Kamboja. Berdasarkan data 11v11, kedua tim telah bertemu sebanyak 18 kali di berbagai kompetisi.
Dari jumlah tersebut, Tim Merah Putih mencatatkan 17 kemenangan dan satu hasil imbang. Dominasi Indonesia juga terlihat dari jumlah gol yang tercipta, dengan total 80 gol berhasil dicetak ke gawang Kamboja.
Meski unggul secara statistik, Indonesia tidak bisa menganggap pertandingan ini mudah. Dalam beberapa pertemuan terakhir, kemenangan besar atas Kamboja mulai sulit didapatkan.
Dalam lima laga terakhir, Indonesia tidak pernah menang dengan selisih lebih dari tiga gol. Bahkan, pada pertemuan terakhir di Piala AFF 2022, skuad Garuda hanya mampu mengalahkan Kamboja dengan skor tipis 2-1.
Laga pembuka ini juga menjadi kesempatan bagi pelatih John Herdman untuk menunjukkan karakter permainan Timnas Indonesia di turnamen tersebut. Dengan status tuan rumah, Indonesia diperkirakan akan tampil agresif dan berusaha mengendalikan jalannya pertandingan sejak menit awal.
Pengamat sepak bola Nova Arifianto memprediksi Indonesia akan lebih banyak menguasai bola dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, gaya permainan yang dibangun Herdman akan mengandalkan penguasaan bola dan tekanan sejak awal laga.
“Prediksi Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026 bakal berlangsung dengan kontrol penuh tuan rumah. Inisiatif menguasai bola jadi panduan permainan sepak bola ala Herdman, tetapi apakah akan berujung kemenangan atau ada berapa gol tercipta?” ujar Nova.
Namun, Nova menilai hasil akhir pertandingan tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kesiapan kedua tim. Kamboja memiliki keuntungan karena sudah lebih dulu menjalani pertandingan di turnamen, sementara Indonesia mendapat tambahan motivasi karena bermain di hadapan pendukung sendiri.
“Skor dan hasil akhir bakal bergantung pada banyak hal dari kedua kubu. Kamboja sudah main sekali dan sudah ada di situasi turnamen lebih dulu. Di sisi lain, semangat tanding Indonesia bisa langsung penuh karena status laga kandang,” jelasnya.
Nova memperkirakan pertandingan tidak akan berakhir dengan kemenangan besar seperti yang pernah terjadi pada era sebelumnya. Ia memprediksi Indonesia mampu mengamankan tiga poin dengan kemenangan 2-0.
“Berkaca pada kualitas permainan atau individu, tampaknya tidak akan ada lagi skor mencolok macam era Bambang Pamungkas dulu. Kemenangan 2-0 tim Merah Putih bisa jadi hasil akhir dari laga awal di turnamen dua tahunan ini,” katanya.
Sementara itu, pengamat sepak bola M Rizki H melihat peluang Indonesia untuk menang dengan skor lebih besar. Ia menilai Kamboja masih memiliki kelemahan, terutama dalam menjaga organisasi pertahanan.
Menurut Rizki, penampilan Kamboja pada laga sebelumnya menunjukkan beberapa celah yang dapat dimanfaatkan Indonesia.
“Timnas Indonesia harus bisa memanfaatkan pertandingan pertama dengan tampil maksimal demi meraih poin penuh,” ujar Rizki.
Ia menilai lini belakang Kamboja masih belum cukup solid dan kerap memberikan ruang kepada lawan.
“Pada pertandingan pertama, penampilan Kamboja tidak terlalu disiplin. Pemain belakang mereka kerap meninggalkan celah. Penguasaan bola juga kalah dari Singapura,” jelasnya.
Dengan melihat kondisi tersebut, Rizki memperkirakan Indonesia mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk meraih kemenangan meyakinkan.
“Melihat penampilan Kamboja di laga perdana, seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan laga ini untuk meraih kemenangan. Saya memprediksi Indonesia yang akan tampil di kandang mampu menang dengan skor telak 3-0,” katanya.
Pertandingan melawan Kamboja menjadi ujian pertama bagi Indonesia dalam menjaga ambisi di Piala AFF 2026. Dengan rekor pertemuan yang dominan dan dukungan penuh suporter, Garuda berharap dapat membuka perjalanan turnamen dengan hasil maksimal.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














