Tim Imam-Ririn Resmi Laporkan Dugaan Kecurangan ke Bawaslu Terkait Pilkada Depok

0
Ilustrasi Tim Imam-Ririn Resmi Laporkan Dugaan Kecurangan ke Bawaslu Terkait Pilkada Depok

NARASITODAY.COM Tim pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi Arafiq, secara resmi melaporkan dugaan kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan Pilkada 2024 kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok.

Laporan ini disampaikan pada Kamis, 28 November 2024, di kantor Bawaslu setempat setelah hasil quick count dari beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan mereka kalah dari pesaingnya, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah dengan selisih suara yang signifikan. Momen ini diwarnai oleh sorotan media dan kehadiran para pendukung yang berharap agar laporan ini dapat ditindaklanjuti dengan serius.

Baca Juga :  Unik KPPS Berseragam Baju Adat Sunda Saat Melaksanakan Pemungutan Suara

Ketua Tim Pemenangan Imam-Ririn, Hermanto, menjelaskan bahwa laporan tersebut mencakup berbagai indikasi kecurangan yang mereka temui selama proses pemungutan suara, termasuk dugaan penggelembungan suara di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) dan adanya intimidasi terhadap saksi-saksi di lapangan.

“Kami menemukan beberapa kejanggalan yang kami yakini dapat mempengaruhi hasil pemilihan. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk melaporkan hal ini kepada Bawaslu agar dapat ditindaklanjuti,” ungkap Hermanto dalam konferensi pers yang diadakan di depan kantor Bawaslu. 

Baca Juga :  Berhasil Memenagkan Prabowo – Gibran di Kabupaten Bogor, Bekal Jaro Ade di Pilbup Bogor 2024

Imam Budi Hartono menambahkan bahwa penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi. “Kami menghargai setiap suara yang diberikan oleh masyarakat. Jika ada kecurangan yang terjadi, kami ingin agar hal ini diusut tuntas demi keadilan bagi semua pihak,” tegas Imam. 

Baca Juga :  Cabup Bogor Rudy Susmanto Selalu Dikerumuni Warga Saat Sosialisasi ke Kecamatan Babakan Madang, Ternyata Ini Alasannya

Sementara itu, meskipun hasil quick count menunjukkan kekalahan bagi pasangan Imam-Ririn, mereka tetap optimis dengan hasil real count internal yang menunjukkan keunggulan tipis di antara kedua pasangan calon.

“Kami percaya bahwa data yang kami miliki dari saksi-saksi di TPS menunjukkan hasil yang berbeda. Kami akan terus mengawal proses ini hingga hasil resmi diumumkan,” tambah Ririn Farabi.***