Tingkatkan Kesadaran Anti-Korupsi, Wamendagri Ajak Pemimpin Daerah Tonton “NSDR”

0
Ilustrasi Wamendagri Ajak Pemimpin Daerah Tonton "NSDR"

NARASITODAY.COM Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak kepala daerah dan jajaran pemerintah untuk menyaksikan film “Nyanyian Sunyi Dalam Rantang” (NSDR) sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan dampak korupsi di Indonesia.

Dalam penayangan khusus yang diadakan di Jakarta, Bima menekankan bahwa film ini menggambarkan realitas kasus korupsi dan kegagalan penegakan hukum yang terjadi di masyarakat.

“Cerita di film ini sangat realistis dan menunjukkan betapa besar dampak korupsi terhadap kehidupan warga. Kami berharap film ini bisa menjadi pengingat bagi semua pemimpin daerah tentang tanggung jawab mereka,” ungkap Bima.

Baca Juga :  ATR/BPN dan Stranas PK Susun Rencana Aksi Cegah Alih Fungsi Lahan Sawah

Wamendagri berharap bahwa dengan menonton film ini, para pemimpin daerah dapat lebih memahami pentingnya pencegahan korupsi dan berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Bupati, wali kota, dan pejabat lainnya harus menonton film ini agar mereka menyadari konsekuensi dari tindakan korupsi. Ini bukan hanya tentang hukum, tetapi juga tentang moral dan etika dalam menjalankan pemerintahan,” tambahnya.

Film NSDR, yang merupakan hasil kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sutradara Garin Nugroho, diharapkan dapat menjadi alat edukasi yang efektif dalam menyuarakan pentingnya pencegahan korupsi sistemik dari hulu ke hilir.

Baca Juga :  Tetangga Rumah Ridwan Kamil Ngaku Kaget Ada Penggeledahan KPK : Tiba-tiba Banyak Orang Disini

Bima Arya menjelaskan lebih lanjut tentang tujuan dari ajakan tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pemimpin daerah tidak hanya memahami teori tentang anti-korupsi, tetapi juga merasakan dampaknya secara emosional melalui cerita yang disajikan dalam film ini. Dengan cara ini, kami berharap mereka akan lebih termotivasi untuk bertindak,” ujarnya.

Baca Juga :  Sujimin: MBG Bukan Hanya Pendidikan, Tapi Investasi Terbaik Anak Generasi Emas

Bima juga mengingatkan bahwa korupsi bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah sosial yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

“Ketika pemimpin daerah terlibat dalam praktik korupsi, dampaknya sangat luas mulai dari hilangnya kepercayaan publik hingga berkurangnya kualitas layanan publik. Oleh karena itu, kami perlu membangun kesadaran kolektif untuk melawan korupsi,” tegasnya.

“Mari kita semua berperan aktif dalam memberantas korupsi demi masa depan yang lebih baik bagi bangsa kita,” pungkasnya.***