NARASITODAY.COM – Dalam sebuah pengumuman yang menggembirakan bagi dunia teknologi, CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa platform kecerdasan buatan mereka, Meta AI, kini telah mencapai hampir 600 juta pengguna aktif bulanan. Pengumuman ini disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagramnya pada tanggal 9 Desember 2024.
Dalam video tersebut, Zuckerberg menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Meta untuk menjadikan AI sebagai bagian integral dari berbagai aplikasi dan layanan yang mereka tawarkan.
“Meta AI, yang memulai debutnya pada November tahun lalu, telah dengan cepat menarik perhatian pengguna di seluruh dunia. Kami dengan bangga mengumumkan bahwa kami telah melampaui 500 juta pengguna pada bulan Oktober dan kini hampir mencapai 600 juta,” jelas Zuckerberg.
“pertumbuhan pesat ini sejalan dengan peluncuran model bahasa terbaru, Llama 3.3, yang menawarkan performa lebih baik dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan model sebelumnya.”lanjutnya
Ahmad Al-Dahle, Wakil Presiden AI Generatif di Meta, menjelaskan lebih lanjut tentang keberhasilan model Llama 3.3. “Model ini telah mendapatkan skor lebih tinggi dalam beberapa tolok ukur dibandingkan dengan kompetitornya seperti Gemini Pro 1.5 dari Google dan GPT-4o dari OpenAI. Kami sangat senang dengan hasil ini karena menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang tepat dalam mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi pengguna,” ungkap Al-Dahle.
Ahmad juga menyoroti fitur-fitur baru yang ditawarkan oleh Meta AI. “Kami terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Dengan kemampuan berbicara langsung dengan asisten virtual dan menghasilkan gambar berbasis AI, kami ingin memberikan alat yang tidak hanya canggih tetapi juga mudah digunakan oleh semua orang,” tambahnya.Â
Zuckerberg juga mengajak pengguna yang belum mencoba Meta AI untuk segera menjelajahi fitur-fitur canggihnya. “Kami percaya bahwa teknologi harus dapat diakses oleh semua orang. Dengan Meta AI, kami ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi setiap pengguna,” ujarnya.
Dengan pencapaian 600 juta pengguna bulanan ini, Meta berharap dapat menjadikan Meta AI sebagai asisten AI terpopuler di dunia hingga akhir tahun 2024. Pencapaian ini menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap teknologi kecerdasan buatan dan komitmen Meta untuk terus berinovasi dalam bidang ini.
Al-Dahle menyatakan harapannya untuk masa depan teknologi AI di Indonesia dan dunia. “Kami percaya bahwa dengan terus mendengarkan umpan balik dari pengguna dan beradaptasi dengan kebutuhan mereka, kami dapat menciptakan solusi yang lebih baik lagi di masa depan,” tutupnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel













