
NARASITODAY.COM – Warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kg atau yang biasa disebut “gas melon”. Akibatnya, banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan bakar utama untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Menanggapi situasi ini, Bhabinkamtibmas desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, turun langsung untuk melakukan monitoring dan pengecekan di pangkalan LPG 3 kg yang berada di SPBU 34-16-318.
Fikram, selaku pengawas pangkalan, mengakui bahwa stok gas melon saat ini dalam kondisi kosong.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga saat membeli LPG 3 kg, sebagai upaya mengontrol distribusi agar lebih tepat sasaran.
“Pangkalan saat ini masih kosong. Kami tetap berupaya menyalurkan sesuai aturan, satu KK hanya bisa membeli satu tabung,” ujar Fikram.
Sementara itu, pihak kepolisian berjanji akan terus melakukan pemantauan terhadap situasi ini guna mencegah penimbunan dan memastikan distribusi gas berjalan dengan baik.
Kelangkaan LPG 3 kg di Kabupaten Bogor ini semakin menambah beban masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan pasokan akan kembali normal.













