Pj. Bupati Bogor : KRL Jadi Program Program Penanganan Sampah Berbasis RW Yang Terintegrasi

0
Pj. Bupati Bogor : KRL Jadi Program Program Penanganan Sampah Berbasis RW Yang Terintegrasi

NARASITODAY.COM Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri mengunjungi dan melihat langsung kegiatan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Selasa (3/2). Menurutnya, KRL merupakan program penanganan sampah berbasis Rukun Warga (RW) yang terintegrasi, dengan metode Reduce, Reuse, Recycle (3R).  

Hadir pada kegiatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Gunung Putri, Ketua TP PKK Kecamatan Gunung Putri, Kepala Desa Tlajung Udik, Ketua MUI Kecamatan, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Ketua KRL Bahagia dan tokoh masyarakat.

Untuk diketahui, program KRL merupakan salah satu program yang melibatkan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara terstruktur dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Dorong Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Kawasan Puncak dengan Sentuhan Budaya Lokal

Pada kunjungan tersebut, Pemkab Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup menyerahkan sejumlah bantuan untuk KRL se-Desa Tlajung Udik. Bantuan diserahkan langsung Pj. Bupati Bogor.

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri mengungkapkan, alhamdulillah ia bisa hadir karena sudah lama ingin mengunjungi salah satu percontohan Kampung Ramah Lingkungan di Kabupaten Bogor, salah satunya KRL di Desa Tlajung Udik.

Menurutnya, kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat baik untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, tentunya Pemkab Bogor sangat mendukung kegiatan berbasis masyarakat ini.

KRL juga merupakan program penanganan sampah berbasis Rukun Warga (RW) yang terintegrasi, dengan metode Reduce, Reuse, Recycle (3R). Ini luar biasa, kita bisa membuat konsep penanganan sampah di tingkat RW,” ungkap Bachril.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Dan Kemen LH Evaluasi KSO PTPN Langkah Strategis Penyelamatan Investasi dan Lingkungan Di Kawasan Puncak

Bachril menyampaikan, atas nama Pemkab Bogor menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas komitmen dan partisipasi aktif warga serta seluruh pihak terkait dalam mewujudkan Kampung Ramah Lingkungan di Kabupaten Bogor.

“Melalui program KRL diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, mampu mencegah (mitigasi) dan mengantisipasi (adaptasi) dampak perubahan iklim lingkungannya,” ujar Bachril.

Bachril menambahkan, ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam mendorong kemandirian bangsa melalui ekonomi hijau, yakni sistem ekonomi yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Pemerintah Terapkan Dua Pajak Baru untuk Kendaraan Bermotor, Apa Alasannya

Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim mengatakan, di wilayahnya sudah berdiri 16 Kampung Ramah Lingkungan (KRL), dengan 11 di antaranya sudah aktif, sementara 5 lainnya masih dalam proses evaluasi, jika sudah selesai maka akan kita terbitkan SK.

“Dengan modal semangat kita menjalankan program KRL, semoga desa ini semakin menjadi desa yang masyarakatnya semakin mencintai pelestarian lingkungan, serta menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” kata Yusuf. ( * /Alysa Damaris)