NARASITODAY.COM – PT Jasa Raharja memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol Ciawi II, Kota Bogor, Jawa Barat.
Insiden maut yang terjadi pada Selasa (4/2) pukul 23.30 WIB itu melibatkan lima kendaraan, termasuk minibus dan truk pengangkut galon. Akibatnya, delapan orang meninggal dunia, sementara 11 lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat, Hendriawanto, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan uang jaminan kepada RSUD Ciawi untuk menanggung biaya pengobatan para korban yang terluka.
“Untuk korban luka-luka sudah kami berikan jaminan ke RSUD Ciawi sebesar Rp20 juta per orang,” ujarnya, Rabu (5/2).
Sementara itu, bagi korban yang meninggal dunia, Jasa Raharja akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris. Namun, pencairan dana ini masih menunggu proses identifikasi yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
“Santunan bagi korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta akan diserahkan setelah identifikasi korban selesai. Kami juga akan jemput bola untuk mengurus dokumen yang dibutuhkan ahli waris,” katanya.
Sementara, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban kecelakaan telah ditanggung oleh Jasa Raharja.
“Saya sudah meminta jajaran RSUD Ciawi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para korban. Saya pastikan semua biaya pengobatan ditanggung,” ujar Bey di Gedung Sate, Bandung, Rabu (5/2).
Bey juga menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tragis ini dan mendoakan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya delapan korban kecelakaan ini. Semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.
Dari total 19 korban kecelakaan, lima orang telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, sementara sisanya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ciawi.
“Saat ini masih ada enam korban yang dirawat di rumah sakit, terdiri dari tiga korban luka sedang dan tiga korban luka berat,” jelas Bey.
Pihaknya berharap seluruh korban yang masih dirawat bisa segera pulih dan kembali berkumpul dengan keluarga mereka.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan beruntun ini, termasuk kemungkinan adanya faktor kelalaian atau kondisi kendaraan yang tidak layak jalan.***














