Penerapan Family Stress Theory untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga di Masa Sulit

0
Ilustrasi Family Stress Theory

NARASITODAY.COM – Family Stress Theory adalah teori yang menguraikan bagaimana keluarga menghadapi, merespons, dan beradaptasi terhadap stres atau tekanan dalam hidup mereka. Teori ini menyoroti cara keluarga mengelola krisis serta faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan mereka untuk bertahan atau berkembang dalam situasi yang sulit.

1. Apa itu Family Stress Theory?
Menurut informasi dari Verywell Mind, Family Stress Theory atau teori stres keluarga dikembangkan oleh sosiolog Reuben Hill pada tahun 1949. Teori ini menyelidiki perubahan dalam dinamika keluarga yang terjadi akibat peristiwa yang menimbulkan stres.

Teori ini menjelaskan bagaimana keluarga bereaksi terhadap pemicu stres dan bagaimana mereka dapat bangkit kembali untuk mendapatkan stabilitas. Hill mencatat bahwa perpisahan dan reuni merupakan krisis dalam sistem keluarga dan menemukan pola-pola tertentu.

Ia juga menunjukkan bahwa sumber daya internal dan eksternal keluarga dapat memperkuat atau memperburuk peristiwa yang menegangkan, memengaruhi cara keluarga menafsirkan dan memahami peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Ulang Tahun David Beckham Tanpa Kehadiran Brooklyn dan Nicola, Keluarga Beckham Memanas!

Ketiga faktor ini peristiwa itu sendiri, sumber daya yang tersedia, dan persepsi keluarga terhadap peristiwa berinteraksi untuk menentukan hasil dari krisis tersebut.

2. Mengapa teori ini penting?
Setiap keluarga memiliki sistem yang terdiri dari anggota dan peran, kepercayaan, aturan, nilai, harapan, batasan, serta respons mereka terhadap lingkungan. Sebuah keluarga mungkin juga memiliki nilai-nilai yang berakar pada standar pekerjaan atau pendidikan.

Misalnya, di beberapa keluarga mungkin dianggap tabu jika tidak melanjutkan kuliah, sementara di keluarga lain ada harapan agar semua anggota bekerja di bisnis keluarga atau bersekolah di sekolah kejuruan.

“Nilai-nilai, peran, keyakinan, aturan, harapan, batasan, dan respons yang berbeda terhadap faktor-faktor lingkungan secara langsung memengaruhi apa yang menyebabkan, memperburuk, dan meringankan stres dalam sistem keluarga yang berbeda,” jelas Julia Childs Heyl, seorang pakar kesehatan mental.

Baca Juga :  Anak Betah Hiking? 5 Rahasia Orang Tua Pintar Buat Keluarga Bahagia

3. Apa yang terjadi saat masalah muncul?
Ketika masalah yang menegangkan muncul dalam sebuah keluarga, responsnya akan bervariasi tergantung pada cara mereka mengatasi masalah tersebut, manajemen stres, dan keterampilan pengasuhan anak.

Memahami teori ini memberikan kesempatan untuk membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan stres. Heyl menjelaskan bahwa respons tersebut bergantung pada sumber daya internal dan eksternal:

  • Sumber daya internal mencakup keterampilan manajemen stres dan kemarahan, keterampilan resolusi konflik, keterampilan komunikasi, kemampuan mengatur diri sendiri, perhatian penuh, serta kesadaran diri.
  • Sumber daya eksternal meliputi sumber daya keuangan, akses terhadap makanan dan perawatan medis, dukungan sosial, bantuan fisik, serta dukungan emosional dan psikologis termasuk terapi.
  • Cara mengatasi stres keluarga
    Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi stres dalam keluarga yang bisa diterapkan di rumah:
  • Rencanakan pertemuan keluarga: Pertimbangkan untuk mengadakan pertemuan keluarga di mana setiap anggota dapat meluangkan waktu untuk mengeksplorasi bagaimana pemicu stres saat ini mempengaruhi mereka.
  • Pertimbangkan terapi keluarga: Jika pertemuan keluarga berpotensi menimbulkan masalah lebih besar antara anggota keluarga, pertimbangkan untuk menghadiri terapi keluarga.
  • Jadwalkan waktu sendiri: Membuat jadwal di mana setiap anggota mendapatkan waktu sendiri selama satu jam dapat membantu mereka bersantai dan terlibat dalam aktivitas yang mereka sukai.
  • Mintalah bantuan: Jangan ragu untuk meminta bantuan dari terapis atau mencari dukungan dari komunitas atau orang-orang terkasih.
Baca Juga :  Aktivitas Wisata Di Farmstay: Petik Sayur, Mancing, dan 2 Aktivitas Lainnya Yang Menarik

Teori ini banyak digunakan dalam studi psikologi keluarga untuk membantu memahami bagaimana keluarga dapat mengatasi tantangan hidup. Dengan pemahaman ini, diharapkan ketahanan keluarga dapat meningkat dan bermanfaat dalam terapi keluarga.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel