Lindungi Kulitmu! Ini 5 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi Setelah Banjir dan Cara Mencegahnya

0
Ilustrasi Banjir

NARASITODAY.COM – Banjir tidak hanya berdampak pada kerusakan properti, tetapi juga meningkatkan potensi penyebaran berbagai penyakit, termasuk yang berhubungan dengan kulit. Air banjir yang terkontaminasi dapat menjadi sumber infeksi dan iritasi bagi kulit.

Oleh karena itu, penting untuk memahami penyakit kulit apa saja yang sering timbul setelah banjir serta cara mencegahnya. Berikut adalah 5 penyakit kulit yang umum terjadi setelah banjir beserta langkah pencegahannya:

1. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak merupakan peradangan kulit yang terjadi akibat kontak dengan iritan atau alergen, seperti air banjir yang tercemar, bahan kimia, atau deterjen. Gejalanya meliputi kulit yang memerah, gatal, kering, dan retak.

Cara Mencegah: Hindari kontak langsung dengan air banjir. Gunakan pelindung seperti sarung tangan dan pakaian pelindung saat membersihkan area yang terdampak banjir. Pastikan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah beraktivitas.

Baca Juga :  Tinjau Langsung, Bupati Bogor Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Tetap Berjalan di SDN Cipayung 1 Pasca Banjir

2. Infeksi Jamur (Tinea Pedis/Kaki Atlet)

Infeksi jamur pada kaki sering terjadi akibat kelembapan yang tinggi serta kontak dengan air banjir yang tercemar. Gejalanya termasuk gatal, kulit merah, pecah-pecah, dan bau tidak sedap di sela-sela jari kaki.

Cara Mencegah: Jaga kebersihan dan kelembapan kaki. Pastikan kaki kering setelah terkena air banjir. Gunakan kaus kaki yang bersih dan kering, serta hindari berjalan tanpa alas kaki di tempat basah.

3. Skabies (Kudis)

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini cenderung menyebar di lingkungan yang padat dan kurang higienis, seperti tempat pengungsian banjir. Gejalanya meliputi rasa gatal yang intens, terutama pada malam hari, serta munculnya ruam atau bintik-bintik kecil.

Baca Juga :  BPBD Bogor Pantau Banjir di RS Permata Jonggol, Air Mulai Surut

Cara Mencegah: Jaga kebersihan pribadi dan lingkungan sekitar. Hindari berbagi pakaian, handuk, atau tempat tidur. Jika ada anggota keluarga yang terinfeksi, segera periksakan ke dokter dan ikuti prosedur pengobatan yang dianjurkan.

4. Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit akibat bakteri yang menyebabkan luka lepuh atau koreng yang sangat menular. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan luka atau benda yang terkontaminasi.

Cara Mencegah: Jaga kebersihan diri dan lingkungan. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih secara rutin. Hindari menyentuh luka atau koreng tanpa sarung tangan. Jika ada luka atau koreng, segera bersihkan dan tutup dengan perban.

Baca Juga :  Penyelenggaraan JPH Berhasil Buka Lapangan Pekerjaan dan Dukung Visi Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia

5. Selulitis

Selulitis adalah infeksi bakteri yang terjadi pada lapisan kulit dan jaringan di bawahnya. Penyakit ini biasanya timbul akibat luka atau goresan yang terinfeksi bakteri. Gejalanya termasuk kulit yang merah, bengkak, nyeri, dan terasa hangat saat disentuh.

Cara Mencegah: Jaga kebersihan kulit dan hindari luka atau goresan. Jika luka atau goresan terjadi, segera bersihkan dan tutup dengan perban. Segera periksakan ke dokter jika muncul gejala selulitis.

Dengan memahami penyakit kulit yang sering timbul setelah banjir dan cara pencegahannya, Anda dapat lebih terlindungi dari risiko infeksi dan iritasi kulit. Selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala penyakit kulit.***