Waktu Sahur yang Tepat dan Keberkahan di Balik Makan Sahur

0
Ilustrasi Sahur

NARASITODAY.COM – Aktivitas yang rutin dilakukan selama bulan Ramadhan salah satunya adalah sahur, yang biasanya dilakukan pada sepertiga malam hingga waktu subuh.

Namun, tak jarang di bulan Ramadhan, ada sebagian orang yang terlambat saat sahur. Lantas, bagaimana hukumnya jika seseorang terlambat atau melewatkan sahur? Apakah puasanya tetap sah? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Apa itu sahur?

Kata “sahur” berasal dari kata sahar dalam bahasa Arab, yang berarti akhir malam atau waktu menjelang subuh. Secara umum, sahur merujuk pada makanan atau minuman yang dikonsumsi pada waktu tersebut.

Para ulama sepakat bahwa sahur merupakan sunnah. Meskipun jika seseorang meninggalkan sahur, itu bukanlah dosa, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Syarh Shahih Muslim yang menyebutkan bahwa sahur adalah sunnah, bukan kewajiban.

Baca Juga :  Bangun Sebelum Fajar? Ini 5 Aktivitas Produktif yang Bisa Mengawali Harimu dengan Lebih Bermakna

2. Anjuran makan saat sahur

Salah satu sunnah dalam ibadah puasa adalah melakukan sahur. Saat sahur, seseorang mengonsumsi makanan dan minuman untuk mendapatkan energi yang akan digunakan selama berpuasa. Namun, penting untuk tidak makan atau minum secara berlebihan agar tidak merasa terlalu kenyang.

Makan dan minum secukupnya saat sahur penting untuk menjaga energi sepanjang hari. Pastikan juga makanan dan minuman yang dikonsumsi mengandung gizi yang memadai untuk kebutuhan tubuh selama berpuasa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari).

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid dan Dalami Ajaran Agama

3. Waktu yang tepat untuk sahur

Dalam ajaran Islam, waktu sahur yang dianjurkan adalah setelah tengah malam, terutama mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu fajar. Hal ini tertulis dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit, yang berbunyi: Rasulullah SAW bersabda, “ﺗَﺴَﺣَّﺮْﻧَﺎ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺛُﻢَّ ﻗُﻤْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ . ﻗُﻠْﺖُ : ﻛَﻢْ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْﺭُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺧَﻤْﺴِﻴْﻦَ ﺁﻳَﺔً Artinya: “Kami makan sahur bersama Rasulullah kemudian (setelah makan sahur) kami berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) bertanya: ‘Berapa lama jarak antara makan sahur dengan salat fajar?’ Zaid bin Tsabit menjawab: ‘50 ayat.’” (Muttafaqun ‘alaih)

Baca Juga :  Tips Ampuh Atasi Bau Mulut Saat Puasa Agar Tetap Percaya Diri

4. Hukum telat sahur, apakah sah puasanya?

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melakukan sahur sebelum memulai ibadah puasa. Hal ini bertujuan agar puasa yang dilakukan memiliki energi yang cukup hingga waktu berbuka.

Lalu, bagaimana hukumnya jika sahur dilakukan terlambat dalam Islam? Rasulullah tidak pernah mengajarkan bahwa sahur merupakan syarat sahnya puasa. Dengan kata lain, jika seseorang tidak sempat sahur, puasanya tetap sah menurut Allah SWT.
Meskipun sahur adalah sunnah, yang artinya tidak wajib, puasa seseorang tetap sah meski tanpa sahur.

Sekian informasi mengenai hukum telat sahur dalam Islam. Semoga pemahaman ini dapat memperkaya pengalaman berpuasa Anda.***