Wabup Kabupaten Bogor Jaro Ade Takziah ke Rumah Duka Pasutri yang Tewas Hanyut di Sungai Cisarua

0
Jaro Ade tiba di rumah duka pasutri korban hanyut di Sungai Cisarua

NARASITODAY.COM- Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasangan suami istri yang hanyut di Sungai Cisarua, Kampung Pasir Manggu, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Ia bersama rombongan tiba di rumah duka sekitar pukul 14.00 WIB untuk bertakziah dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kita turut berduka cita untuk kedua almarhum. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan. Namanya musibah, jadi kami datang hari ini untuk bersilaturahmi dan melaksanakan takziah,” ujar Jaro Ade, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga :  Investasi Fiktif Berujung Perampokan: Komplotan Sadis Dibongkar di Babakan Madang

Dalam kesempatan itu, Jaro Ade juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama karena kondisi cuaca yang masih ekstrem.

“Saya mengimbau seluruh warga untuk berhati-hati, terutama yang tinggal di bantaran sungai. Kondisi air bisa meluap kapan saja, jadi kita harus selalu waspada,” ujarnya.

Jaro Ade juga menegaskan bahwa kewaspadaan harus diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Kematian Mantan Kepala Kebijakan Satu Anak Memicu Perdebatan tentang Masa Lalu dan Masa Depan Demografi China

“Semua, kita di kabupaten Bogor harus tetap waspada, 416 desa harus waspada, 19 kelurahan juga harus waspada,” bebernya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana.

“Kita harus mulai kembali menggalakkan gerakan menanam pohon. Kalau ada yang menebang satu pohon, kita harus menanam sepuluh pohon sebagai gantinya. Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan, siapa lagi?” katanya.

Baca Juga :  Wabup Bogor Jaro Ade Tarawih Keliling di Ciguha, Apresiasi Gotong Royong Warga Bangun Masjid

Tak hanya itu Jaro Ade berharap seluruh warga Kabupaten Bogor dapat bersabar dalam menghadapi cobaan ini dan bersama-sama menjaga kelestarian alam agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Karena ini termasuk seperti siklus lima tahunan, pada intinya kita banyak berdoa, kita harus sabar agar semua musibah ujian kepada kita masyarakat Kabupaten Bogor, Pemerintahan Kabupaten Bogor. Kita bisa melewati semua ujian dalam kondisi bencana ini,” tutupnya.***