NARASITODAY.COM – Program naturalisasi pemain di Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan, kali ini oleh pelatih Bahrain, Dragan Talajic. Dalam konferensi pers menjelang laga melawan Timnas Indonesia, pelatih asal Kroasia itu mengutarakan pendapatnya yang cukup kontroversial.
“Saya benar-benar tidak tahu dan harus mengatakan ini,” ujar Talajic. “Saya menonton banyak pertandingan timnas Indonesia. Setiap kali, ada pemain baru yang datang, tetapi bukan dari Indonesia. Mereka datang dari Belanda, Inggris, dan dari mana itu.”
Pelatih berusia 58 tahun tersebut mengaku heran dengan kebijakan PSSI yang gencar menaturalisasi pemain keturunan di tengah fakta bahwa Indonesia memiliki populasi yang begitu besar.
“Kalian memiliki 300 juta orang, sementara kalian mendatangkan pemain dari Belanda,” lanjutnya dengan nada mempertanyakan.
Namun, di balik pernyataan tajam Talajic, Timnas Indonesia justru membuktikan kualitas mereka dengan mengalahkan Bahrain 1-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (25/3/2025).
Gol tunggal kemenangan Garuda dicetak oleh Ole Romeny pada menit ke-24 salah satu pemain naturalisasi terbaru yang kini memperkuat skuad asuhan Patrick Kluivert.
Sementara itu, media Vietnam, Soha, turut menyoroti pernyataan Talajic, menilai komentarnya sebagai sebuah manuver psikologis untuk menggoyahkan persatuan di dalam Timnas Indonesia.
“Pernyataan tersebut merupakan serangan psikologis yang bertujuan untuk memecah belah persepakbolaan Indonesia. Bahkan masyarakat Indonesia pun terpecah menjadi dua kubu: kubu yang mendukung dan kubu yang menentang fenomena naturalisasi besar-besaran pemain kelahiran Belanda yang bermain di luar negeri,” tulis Soha.
Perdebatan soal naturalisasi memang bukan hal baru di sepak bola Indonesia. Sebagian kalangan menganggap kebijakan ini sebagai solusi instan untuk meningkatkan daya saing Timnas, sementara yang lain menilai hal ini bisa menghambat perkembangan pemain lokal.
Namun, satu hal yang tidak bisa disangkal adalah dampak positif dari kehadiran pemain naturalisasi. Skuad Garuda kini mampu bersaing lebih jauh dalam ajang internasional, bahkan berhasil melangkah ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat keempat Grup C dengan sembilan poin dari delapan pertandingan. Jika mampu mempertahankan posisinya, peluang melaju ke putaran keempat semakin terbuka lebar.
Terlepas dari kritik yang muncul, Timnas Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Apakah program naturalisasi akan tetap menjadi strategi utama PSSI dalam membangun tim nasional, ataukah mereka akan mulai mengandalkan lebih banyak talenta lokal? Waktu yang akan menjawabnya.***














