Geger di Balik Pemecatan Kepala NSA: Manuver Politik atau Perombakan Strategis?

0
Direktur Badan Keamanan Nasional AS Timothy Haugh menghadiri sidang Komite Intelijen DPR di Capitol Hill pada 26 Maret 2025. Foto : Tangkapan layar: Nypost

NARASITODAY.COM – Sebuah guncangan besar menggoyang dunia intelijen Amerika Serikat. Jenderal Angkatan Udara Timothy Haugh, direktur Badan Keamanan Nasional (NSA), resmi diberhentikan dari jabatannya pada Kamis (3/4).

Pemecatan tersebut datang tak sendirian. Setidaknya tiga staf Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih dan wakil sipil direktur NSA, Wendy Noble, juga didepak pada hari yang sama.

Pemecatan ini memicu tanda tanya besar di kalangan pengamat keamanan dan politik. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait alasan di balik manuver besar ini. Namun, spekulasi dan kecaman sudah bermunculan di ruang publik.

Baca Juga :  Isu Tarif Listrik Naik Dipastikan Hoaks, Pemerintah Jamin Harga Tetap hingga Juni

Menurut laporan The Washington Post, Wendy Noble kini dipindahkan ke Kantor Wakil Menteri Pertahanan untuk Intelijen di Pentagon. Sementara itu, jabatan Haugh untuk sementara diisi oleh Letnan Jenderal William J. Hartmann, yang sebelumnya menjabat sebagai wakilnya di Komando Siber Pentagon.

Haugh baru memimpin NSA sejak Februari 2024, merangkap jabatan sebagai kepala Komando Siber Pentagon. Nasibnya di pos Komando Siber masih belum jelas pasca pencopotannya dari NSA, lembaga intelijen yang dikenal sebagai “mata dan telinga” dunia maya Amerika, yang bermarkas di Fort Meade, Maryland.

Yang menarik, pemecatan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Haugh menjamu Elon Musk, Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah, dalam kunjungan perdana Musk ke markas NSA. Apakah pertemuan ini punya kaitan? Belum ada konfirmasi apa pun.

Baca Juga :  Warga Pamijahan Dikejutkan Penemuan Jasad Bayi, Polisi Segera Selidiki

Reaksi keras datang dari Senat. Senator Mark Warner (D-Va.), anggota senior Komite Intelijen Senat, mengecam keputusan ini.

“Jenderal Haugh telah mengabdi selama lebih dari 30 tahun dengan kehormatan dan dedikasi. Di tengah meningkatnya ancaman siber dari luar negeri, seperti serangan Salt Typhoon dari Tiongkok, bagaimana pemecatannya bisa membuat kita lebih aman?” tegas Warner dalam unggahan di platform X.

Warner juga mengaitkan peristiwa ini dengan Presiden Donald Trump, menyebut pemecatan ini berdekatan waktunya dengan pertemuan Trump dan influencer sayap kanan kontroversial, Laura Loomer.

Baca Juga :  AHY Pantau Cuaca Ekstrem, Keselamatan Transportasi Jadi Perhatian Utama

“Sungguh mengherankan, Presiden Trump memecat pemimpin NSA yang nonpartisan dan berpengalaman, sementara membiarkan kebocoran informasi sensitif oleh timnya di aplikasi pesan tanpa tindakan tegas,” sindir Warner dalam unggahan terpisah.

Trump sendiri mengakui telah bertemu Loomer, namun membantah bahwa pertemuan itu menjadi pemicu pemecatan di jajaran Keamanan Nasional.

Sampai berita ini diturunkan, NSA mengarahkan permintaan komentar kepada Pentagon yang belum memberikan respons. Gedung Putih juga belum angkat bicara.***

Sumber: Nypost