Digerebek Warga, Wanita di Huntap Korban Bencana Nanggung Diduga Berselingkuh

0
Digerebek Warga, Wanita di Huntap Korban Bencana Nanggung Diduga Berselingkuh

NARASITODAY.COM – Sebuah video penggerebekan yang terjadi di Hunian Tetap (Huntap) korban bencana tahun 2020 di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mendadak viral di media sosial.

Dalam video tersebut, warga tengah mengamankan seorang pria yang diduga selingkuhan dari penghuni huntap, seorang perempuan bersuami dan telah memiliki seorang anak berinisial RS.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (10/4/2025). Warga sekitar bernama Sumarna (45) mengungkapkan bahwa pria tersebut sudah berada di dalam rumah saat suami RS pulang ke rumah.

Baca Juga :  Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bogor Gelar Seminar untuk Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

“Pria itu sudah ada di dalam rumah waktu suaminya pulang,” katanya.

Dia menyebut, bahwa pria ini bukan pertama kalinya berada di rumah wanita yang sudah bersuami itu.

“Sebelumnya pria ini juga pernah terlihat di rumah itu, tapi mengaku sebagai saudara, jadi warga tidak menaruh curiga,” ujarnya.

Namun kali ini, situasinya berbeda. Ketika digerebek, pria yang belakangan diketahui berinisial J, justru bersembunyi di atas plafon rumah, memperkuat dugaan adanya hubungan tak wajar antara keduanya.

Baca Juga :  Warga Dramaga Swadaya Perbaiki Jalan Terputus, Akses Sersan Misza Lumpuh Sejak Desember

Menanggapi laporan warga, pihak Polsek Nanggung langsung bergerak.

Kanit Reskrim Polsek Nanggung, Ipda Zulhaiden Siregar, membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

“Sekitar pukul 10.00 wib ada laporan dari warga, bahwa di huntap itu ada sepasang laki-laki dan perempuan yang masih bersuami. Kami langsung ke lokasi dan mengamankan keduanya ke Polsek untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Selain mengamankan J dan RS, polisi juga memeriksa empat orang saksi. Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap para pihak masih berlangsung.

Baca Juga :  Diabetes di Bogor Meningkat, Luka Kecil Bisa Jadi Ancaman Besar

Dia juga mengingatkan bahwa sebagian besar hunian di lokasi tersebut masih dalam tahap perbaikan dan belum sepenuhnya dihuni sehingga masih sepi.

Ia mengimbau kepada warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya di kawasan huntap.

“Sarana dan prasarana masih belum memadai, jadi banyak unit yang masih kosong dan sepi,” pungkasnya.***