Kompak Turunkan Harga, SPBU dari Sabang hingga Merauke Rayakan Momen Ini

0
Jakarta-Cikampek
Ilustrasi Tangan memegang pompa nosel bahan bakar.Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Angin segar berhembus di awal April 2025 bagi para pemilik kendaraan di seluruh Indonesia. Sebuah fenomena unik dan menggembirakan terjadi ketika seluruh badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) serempak mengumumkan penurunan harga jual produk BBM non subsidi mereka, terhitung mulai 1 April 2025. Kekompakan yang jarang terjadi ini tentu saja disambut antusias oleh masyarakat luas.

Dari Sabang hingga Merauke, SPBU dengan berbagai merek, termasuk raksasa pelat merah PT Pertamina (Persero), perusahaan energi global Shell Indonesia, hingga pendatang baru BP-AKR, semuanya bergerak dalam satu irama penurunan harga. Sebuah harmoni pasar yang memberikan dampak positif langsung bagi dompet para pengendara.

Di jantung ibukota, Jakarta, perubahan harga BBM non subsidi Pertamina menjadi sorotan utama. Bayangkan saja, untuk mengisi tangki dengan Pertamax (RON 92), kini pengemudi hanya perlu merogoh kocek Rp12.500 per liter, lebih hemat Rp 400 dibandingkan harga sebelumnya di bulan Maret yang mencapai Rp 12.900 per liter.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Pelajar SMK di Ciomas Ditangkap, Motif Ingin Kuasai Harta Korban

Tak hanya itu, inovasi Pertamina melalui Pertamax Green (RON 95) juga ikut merasakan penyesuaian harga, kini dibanderol Rp13.250 per liter, turun signifikan sebesar Rp 450 dari harga sebelumnya Rp 13.700 per liter.

Bagi para pemilik kendaraan dengan performa tinggi, kabar baik juga datang dari Pertamax Turbo (RON 98). Harga bahan bakar berkualitas tinggi ini kini lebih terjangkau, menjadi Rp13.500 per liter, atau turun Rp 500 dari harga sebelumnya yang menyentuh Rp 14.000 per liter.

Tak ketinggalan, para pengguna kendaraan diesel pun merasakan dampak positif dari penurunan harga ini. Dexlite (CN 51) kini dijual dengan harga Rp13.600 per liter, lebih murah Rp 700 per liter dibandingkan harga sebelumnya Rp 14.300 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) juga mengalami penurunan yang sama, kini harganya menjadi Rp13.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.600 per liter.

“Untuk harga BBM non subsidi Pertamina di SPBU Jakarta. DI mana, harga BBM Pertamax (RON 92) kini turun menjadi Rp12.500/liter dari sebelumnya Rp 12.900/liter pada periode Maret 2025. Sedangkan untuk Pertamax Green (RON 95) kini dibanderol Rp13.250/liter atau turun Rp 450/liter dari sebelumnya Rp 13.700/liter,” demikian kutipan yang menggambarkan perubahan signifikan pada harga BBM Pertamina.

Baca Juga :  Menghirup Aroma Bensin Lama-lama, 5 Risiko Kesehatan yang Harus Kamu Tahu

Fenomena penurunan harga ini tidak hanya terjadi di SPBU Pertamina. Para pesaing pun turut serta memberikan angin segar bagi konsumen. Berikut adalah daftar lengkap harga BBM di sejumlah SPBU yang berlaku sejak 1 April dan terpantau stabil hingga 14 April 2025:

SPBU Pertamina:

  • Pertamax (RON 92): Rp12.500/liter (turun dari Rp 12.900/liter)
  • Pertamax Green (RON 95): Rp13.250/liter (turun dari Rp 13.700/liter)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.500/liter (turun dari Rp 14.000/liter)
  • Dexlite (CN 51): Rp13.600/liter (turun dari Rp 14.300/liter)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp13.900/liter (turun dari Rp 14.600/liter)

SPBU Vivo:

  • Revvo 90: Rp 12.800/liter (turun dari Rp 13.200/liter)
  • Revvo 92: Rp 12.920/liter (turun dari Rp 13.590/liter)
  • Revvo 95: Rp 13.370/liter (turun dari Rp 14.060/liter)
Baca Juga :  Senator AS John Kennedy Samakan Udang Radioaktif dengan Makhluk Alien, FDA Klarifikasi Risiko Kesehatan

SPBU Shell:

  • Shell Super (RON 92): Rp 12.920/liter (turun dari Rp 13.590/liter)
  • Shell V-Power (RON 95): Rp 13.370/liter (turun dari Rp 14.060/liter)
  • Shell V-Power Diesel: Rp 14.060/liter (turun dari Rp 14.760/liter)
  • Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp 13.550/liter (turun dari Rp 14.240/liter)

SPBU BP-AKR:

  • BP 92 (RON 92): Rp 12.800/liter (turun dari Rp 14.060/liter)
  • BP Ultimate (RON 95): Rp 13.370/liter (turun dari Rp 13.300/liter)
  • BP Ultimate Diesel: Rp 14.060/liter (turun dari Rp 14.760/liter)

Kekompakan seluruh penyedia BBM non subsidi dalam menurunkan harga ini tentu menjadi angin segar bagi perekonomian masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan. Penurunan biaya operasional transportasi diharapkan dapat memberikan dampak positif pada daya beli masyarakat dan sektor-sektor terkait lainnya.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa persaingan pasar yang sehat dapat berujung pada keuntungan bagi konsumen. Kini, para pengendara bisa sedikit bernapas lega saat mengisi bahan bakar kendaraannya di awal bulan April ini.***