
NARASITODAY.COM – Malam yang mencekam di Kota Bogor, diguyur hujan deras tanpa henti sejak Rabu malam, berujung pada tragedi di pagi yang seharusnya tenang. Sekitar pukul 06.30 WIB, amukan alam berupa longsor menerjang wilayah RT 01 RW 05, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, meninggalkan duka dan kerusakan bagi sejumlah warga.
Empat rumah ambruk sebagian, dan dua penghuninya mengalami luka-luka akibat terjangan tanah dan material longsor.
Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, bencana ini merupakan konsekuensi dari intensitas hujan yang sangat tinggi, ditambah dengan derasnya arus Sungai Cipakancilan yang meluap. Kondisi diperparah oleh Tembok Penahan Tanah (TPT) yang sudah renta dan rapuh, tak mampu lagi menahan gempuran air dan tanah.
Longsoran yang memiliki dimensi cukup besar, mencapai panjang 15 meter dan tinggi tujuh meter, secara tragis merobohkan bagian dapur dari empat rumah warga. Tingkat kerusakan yang dialami rumah-rumah tersebut tergolong sedang, namun dampaknya tetap mengusik ketenangan dan keamanan para penghuninya.
Empat kepala keluarga (KK) dengan total 11 jiwa menjadi korban keganasan longsor ini. Mereka adalah Mulyadi (1 KK / 3 jiwa), Jajang Iskandar (1 KK / 3 jiwa), Ishak (1 KK / 2 jiwa), dan Muhtar (1 KK / 3 jiwa).
Meskipun nyawa tak sampai melayang, kepanikan dan trauma tentu membekas di benak mereka. Lebih menyayat hati, dua orang penghuni mengalami luka ringan dan harus mendapatkan perawatan medis.
Titin Sutini (61), seorang lansia, menderita memar di bagian punggung dan luka robek pada kaki kanannya. Sementara itu, Fitriyah Handayani (13), seorang remaja, mengalami luka di bagian paha kanan. Keduanya segera dilarikan ke RS Vania Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.
Meskipun rumah mereka rusak, dan trauma masih membayangi, para warga Bondongan yang terdampak longsor memilih untuk tetap tinggal di kediaman mereka. Namun, BPBD Kota Bogor dengan sigap mengingatkan agar seluruh warga tetap meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih sangat labil dan potensi longsor susulan tetap mengintai, terutama jika hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.
Kini, harapan besar bertumpu pada uluran tangan pemerintah. Salah satu langkah krusial yang mendesak untuk dilakukan adalah perbaikan TPT di sepanjang area yang terdampak longsor. Warga Bondongan berharap agar pemerintah Kota Bogor dapat segera mengambil tindakan cepat dan efektif untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak ini.
Perbaikan TPT bukan hanya sekadar memulihkan kondisi fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan kembali bagi warga yang kini hidup dalam bayang-bayang ancaman longsor susulan. Bantuan dan perhatian dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk memulihkan Bondongan dari trauma dan kerugian akibat bencana alam ini. ***
Sumber:bogortoday.com













